MULTIKULTURALISME NILAI-NILAI BARAT DI INDONESIA PADA AWAL ABAD XXI

Dian Swandayani, . (2010) MULTIKULTURALISME NILAI-NILAI BARAT DI INDONESIA PADA AWAL ABAD XXI. [Experiment/Research]

[img] Text
02_Dian_Swandayani.doc

Download (33kB)

Abstract

Penelitian Hibah Kompetensi (pada tahun kedua) ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tingkat resepsi atau tingkat pemahaman dan tingkat pengenalan/apresiasi mahasiswa FBS UNY terhadap budaya Eropa di Indonesia pada awal abad ke-21; (2) menyusun model pembelajaran multikulturalisme budaya Barat (Eropa) di Indonesia pada awal abad ke-21 bagi mahasiswa FBS UNY; (3) melakukan ujicoba lapangan terbatas atas model pembelajaran multikulturalisme budaya Barat (Eropa) di Indonesia pada awal abad ke-21. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri atas sebelas program studi di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni. Objek penelitian ini yaitu artikel-artikel resensi buku, film, seni rupa, tari, teater, musik, fashion, perjalanan, dan pemikiran filsuf Barat (Eropa) yang dimuat oleh majalah Basis (edisi cetak), majalah Tempo (edisi CD), dan harian Kompas (edisi PIK) dari 2000 hingga 2007. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat dengan menggunakan tabulasi kategorisasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis konten (untuk menganalisis isi artikel), deskriptif kuanti¬tatif, dan deskriptif kualitatif. Validitas datanya menggunakan validitas semantis dan teknik reliabilitasnya dengan teknik intrarater dan interrater. Validitas semantis dilakukan dengan cara mencermati data temuan penelitian dalam konteksnya sehingga lebih dapat dipahami. Teknik reliabilitas intrarater yaitu dengan membaca berulang-ulang sehingga diperoleh data yang konsisten pada masing-masing peneliti. Setelah itu, masing-masing peneliti saling berdiskusi terhadap hasil temuan penelitian sebagai teknik reliabilitas interrater. Khusus untuk tahun kedua, metode yang dipergunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan apresiasi mahasiswa FBS UNY terhadap budaya Eropa dengan menggunakan tes dan angket. Instrumen ini dipergunakan pada sampel mahasiswa masing-masing program studi (semua ada 11 prodi) di lingkungan FBS UNY. Guna pelaksanaan pembelajaran model pengenalan budaya Eropa bagi mahasiswa FBS UNY, disusunlah sebuah draft materi pembelajaran berdasarkan orientasi pada aktivitas pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Setelah tersusun, salah satu materi dari modul tersebut diujicobakan di kelas terbatas yang dilakukan oleh Dra.Indraningsih, M.Hum pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, tingkat pemahaman mahasiswa FBS UNY terhadap budaya Eropa abad ke-21 hanya sebesar 22,0%. Sementara tingkat tingkat pengenalan/apresiasinya sebesar 37,5%. Jika kedua angka tersebut dirata-ratakan, diperoleh angka tingkat pemahaman dan tingkat pengenalan/apresiasi mahasiswa FBS UNY terhadap budaya Eropa hanya sebesar 29,75%. Sebuah tingkat capaian yang rendah karena tidak mencapai 1/3. Kedua, dengan tingkat pemahaman dan pengenalan yang rendah, diperlukan suatu usaha untuk lebih mengenalkan budaya Eropa pada abad ke-21 kepada mahasiswa FBS UNY. Usaha tersebut berupa merancang model pembel¬ajarannya yang sekaligus juga mencakup rancangan modul pembelajarannya. Berdasarkan analisis terhadap data lapangan dan diskusi antar-peneliti, kemudian disusun model pembelajaran materi pengayaan Ilmu Budaya Dasar dengan spesialisasi budaya Eropa. Model pembelajaran itu dapat disebut sebagai pembelajaran kerja kelompok yang bersifat eksploratif. Dari hal tersebut kemudian disusun draft modul pembelajarannya yang terdiri atas kegiatan pembelajaran: membaca teks, menjawab pertanyaan bacaan, diskusi, tugas/proyek (seperti menyusun kliping dan presentasi kelompok), eksplorasi (mengenal aspek budaya negara-negara Eropa), menonton/mengapre¬siasi, menulis (artikel dan buletin). Semua aspek tersebut mewakili sejumlah aspek ketrampilan berbahasa dan sekaligus mengenal tema-tema budaya Eropa. Untuk tahun penelitian ini, draft modul tersusun atas sepuluh materi yang terdiri atas materi: musik, film, teater, tari, fashion, seni rupa, resensi buku, tokoh filsafat, perjalanan, dan sastra (Eropa). Ketiga, model dan modul pembelajaran pengayaan terhadap budaya Eropa tersebut diujicobakan secara terbatas di kelas Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis. Pembelajaran dilaksanakan oleh seorang dosen dan sepuluh mahasiswa yang diselenggarakan di ruang Laboratorium Komputer yang memungkinkan mahasiswa untuk mengakses data-data atau informasi melalui internet. Ujicoba di kelas dilakukan selama tiga kali tiap hari Rabu (11, 18, dan 25 Agustus 2010). Pada ujicoba lapangan terbatas ini, mahasiswa lebih banyak belajar mandiri dan saling belajar dari temannya. Mereka lebih terfokus untuk mempresentasikan materi-materi yang dijadikan tema pembelajaran. Dalam kelas ujicoba ini, materi modul yang dipergunakan adalah materi 8: tokoh filsafat (Eropa). Temanya tentang filsuf Perancis kontemporer, Michel Foucault. Selain belajar di kelas, mereka juga membentuk perpustakaan bergerak (tentang buku-buku yang terkait dengan Foucault). Dari hasil ujicoba, masih dicatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait dengan usaha maksimal terhadap aplikasi modul dan model pembelajarannya. Berdasarkan pengamatan dan catatan lapangan, ada sejumlah langkah pembelajaran dan materi modul yang belum sempat disampaikan atau memang sengaja ditiadakan demi prinsip fleksibilitas.

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa Perancis
LPPM
Divisions: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Date Deposited: 12 Sep 2012 15:05
Last Modified: 02 Oct 2019 02:15
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/5449

Actions (login required)

View Item View Item