Pengembangan Modul Pembelajaran Sains Terpadu untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMP/MTs Tentang Zat Aditif dalam Makanan

Kamaludin, Agus (2011) Pengembangan Modul Pembelajaran Sains Terpadu untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMP/MTs Tentang Zat Aditif dalam Makanan. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-agus-kamaludin-08708251002.swf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran sains terpadu yang layak untuk pembelajaran siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Depok Yogayakarta, ditinjau dari aspek kelayakan isi, bahasa dan gambar, penyajian, dan kegrafisan, serta untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul pada pembelajaran. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Tahap define adalah penetapan dan pendefinisian syarat-syarat pembelajaran. Tahap design adalah tahap perancangan produk. Tahap develop adalah tahap pengembangan produk, yang meliputi penyusunan modul pengembangan dengan tema “Zat Aditif dalam Makanan, kemudian mengevaluasi modul hasil pengembangan menggunakan lembar observasi pada ahli materi dan media, guru sains dan teman sejawat serta pengimplementasian modul yang dikembangkan pada pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran sains terpadu dengan tema “Zat Aditif dalam Makanan ”untuk siswa kelas VIII SMP dari: 1) aspek kelayakan isi menurut ahli dan teman sejawat berkategori “baik”, sedangkan menurut guru sains berkategori “sangat baik”; 2) aspek bahasa dan gambar menurut ahli berkategori “baik” sedangkan menurut guru sains dan teman sejawat berkategori “sangat baik”; 3) aspek penyajian menurut ahli berkategori “baik”, sedangkan menurut guru sains dan teman sejawat berkategori “baik”; 4) aspek kegrafisan menurut ahli dan guru sains berkategori “sangat baik” sedangkan teman sejawat berkategori “baik”. Respon siswa terhadap modul pembelajaran sains terpadu dengan tema “Zat Aditif dalam Makanan” termasuk dalam kategori “baik”. Pembelajaran dengan modul pembelajaran sains terpadu dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas eksperimen yang menggunakan modul dengan peningkatan skor post test sebesar 42,0% dan persentase ketuntasan siswa 94,0% sedangkan kelas kontrol yang menggunakan buku sains dengan peningkatan skor post test 47,6% dan persentase ketuntasan 75%.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: pengembangan, modul, sains terpadu, zat aditif dalam makanan
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Menengah
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Ilmu Pengetahuan Alam
Divisions: Sekolah Pascasarjana (SPS) > Program Pascasarjana > Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 57 not found.
Date Deposited: 29 Aug 2016 04:52
Last Modified: 29 Jan 2019 08:43
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/40772

Actions (login required)

View Item View Item