Pola Pengembangan Kecerdasan Emosional (Studi Kasus di MI Kresna Mlilir Dolopo Madiun)

Samsudin, Samsudin (2011) Pola Pengembangan Kecerdasan Emosional (Studi Kasus di MI Kresna Mlilir Dolopo Madiun). S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-samsudin-07712259028.swf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pola pengembangan kecerdasan emosional siswa MI Kresna Mlilir Dolopo Madiun; (2) untuk mengetahui problematika pengembangan kecerdasan emosional siswa MI Kresna Mlilir Dolopo Madiun Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan naturalistik. Subyek dalam penelitian kualitatif ini adalah guru dan siswa kelas III, IV, dan V, serta kepala Madrasah Ibtidaiyah Kresna Mlilir Dolopo Madiun. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan terhadap proses kegiatan pembelajaran di MI Kresna Mlilir Dolopo Madiun, sedangkan wawancara dilakukan terhadap Kepala Sekolah, Guru dan beberapa orang murid. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis induktif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Pola pengembangan kecerdasan emosional di MI Kresna Mlilir Dolopo Madiun adalah sebagi berikut : (a) persepsi pendidik tentang pengembangan kecerdasan emosional dikembangkan secara integrative dengan akhlalukul karimah, mencakup akhlak dalam dirinya sendiri akhlak terhadap sesama maklhuk, akhlak terhadap Tuhan. Bentuk bentuk akhlakal karimah tersebut merupakan suara Allah yang tergambar dalam al-asmaul husna. (b) materi yang diberikan untuk mengembangkan kecerdasan emosional selalu didekatkan dengan al-qur’an dan as-sunnah Rosulullah SAW. yang tersebar dalam berbagai mata pelajaran. (c) Aktifitas yang dilakukan untuk pengembangan kecerdasan emosional adalah keorganisasian dan bakti sosial yang dilakukan di masyarakat. (d) metode pengembangan kecerdasan emosional yaitu dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, ketauladanan, dan pembiasaan; (2) Problematika pengembangan kecerdasan emosional di MI Kresna Mlilir Dolopo Madiun yaitu : (a) masih rendahnya kesadaran diri siswa; (b) tidak terlatihnya kemampuan guru untuk penerapan pengembangan kecerdasan emosional; (c) kebanyakan siswa masih pemalu, memiliki ego yang tinggi, tidak ada minat serta lingkungan yang kurang mendukung; (d) belum adanya ketentuan baku dan peraturan dari sekolah yang mengikat secara pasti kepada para guru tentang pengembangan kecerdasan emosional.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: pola pengembangan, kecerdasan emosional
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Dasar
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Dasar
Depositing User: Users 57 not found.
Date Deposited: 20 Aug 2016 03:11
Last Modified: 29 Jan 2019 08:41
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/40202

Actions (login required)

View Item View Item