PREDIKTOR COMMON DYADIC COPING TERHADAP MARITAL FLOURISHING DENGAN COUPLE IDENTITY CLARITY SEBAGAI MEDIATOR PADA PASANGAN SUAMI ISTRI

Susilowati, Hadina Pramesti Diba (2026) PREDIKTOR COMMON DYADIC COPING TERHADAP MARITAL FLOURISHING DENGAN COUPLE IDENTITY CLARITY SEBAGAI MEDIATOR PADA PASANGAN SUAMI ISTRI. S2 thesis, Fakultas Psikologi.

[img] Text
fulltext_hadina pramesti diba susilowati_23011340073-1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (403kB)

Abstract

Pernikahan yang berkembang atau disebut dengan marital flourishing merupakan fondasi utama dalam dinamika keluarga. Namun, tantangan seperti stres diadik dan ketegangan peran antara konsep tradisional kanca wingking dengan idealisme sigaring nyawa sering kali mengancam stabilitas relasi suami istri. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor- faktor yang memengaruhi marital flourishing, khususnya common dyadic coping dan couple identity clarity, menjadi sangat penting dalam upaya membangun hubungan yang harmonis dalam konteks sosiokultural masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan menganalisis prediktor common dyadic coping terhadap marital flourishing dengan couple identity clarity sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Dengan ukuran sampel 104 pasangan suami istri (208 individu) yang ditentukan melalui kriteria inklusi durasi pernikahan minimal 5 tahun dan berdomisili di wilayah Jawa Tengah, DIY, serta Jawa Timur untuk merepresentasikan identitas budaya Jawa. Instrumen yang digunakan meliputi Dyadic Coping Inventory (α = 0,718), Couple Identity Clarity Scale (α = 0,780), dan Relationship Flourishing Scale (α = 0,864). Analisis data dilakukan melalui uji kesepakatan pasangan (Intraclass Correlation Coefficient), uji asumsi, serta uji hipotesis menggunakan analisis jalur (path analysis) melalui aplikasi JAMOVI v. 2.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mediasi parsial terdukung secara signifikan. Kontribusi efek langsung common dyadic coping terhadap marital flourishing ditemukan sebesar 66,2%, sedangkan efek tidak langsung melalui mediator couple identity clarity adalah sebesar 33,8%. Temuan ini mengonfirmasi bahwa meskipun common dyadic coping memiliki prediktor langsung yang kuat terhadap marital flourishing, keberadaan couple identity clarity sebagai mediator tetap berprediktor dalam pencapaian identitas kolektif (we-ness) yang secara signifikan meningkatkan capaian marital flourishing.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: Marital Flourishing, Common Dyadic Coping, Couple Identity Clarity, Budaya Jawa
Subjects: Filsafat. Psikologi. Agama > Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) > Psikologi
Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Perpustakaan FIP
Date Deposited: 15 Jun 2026 06:50
Last Modified: 15 Jun 2026 06:50
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/91342

Actions (login required)

View Item View Item