RIYANTO, AGUS (2024) ANALISIS TINGKAT KESULITAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2023/2024. S2 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.
|
Text
fulltext_agus riyanto_21107251039.pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesulitan pelaksanaan pembelajaran program pendidikan profesi guru dalam jabatan ditinjau dari aspek pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran, praktik pengalaman lapangan, uji komprehensif, uji kinerja dan uji pengetahuan. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPG Daljab Angkatan III Kategori I Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2023/2024 sebanyak 2078 mahasiswa. Dengan teknik simple random sampling diambil 1135 sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), teknik pengumpulan data menggunakan metode survey, yaitu dengan menyebarkan angket tertutup dan terbuka secara online melalui Google Form yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp Group (WAG) untuk mendapatkan data kuantitatif dan kualitatif serta dokumentasi untuk mengetahui biodata mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis tematik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) tingkat kesulitan pelaksanaan pembelajaran dari aspek pendalaman materi 62,46% responden menjawab mudah, 26,61% menjawab sulit, 9,73% menjawab sangat mudah, dan 1,20% menjawab sangat sulit. Mayoritas responden merasa pendalaman materi cukup mudah, tetapi ada sekitar 27,81% yang menganggapnya sulit atau sangat sulit. Kesulitan terbesar adalah dalam menyusun materi pembelajaran dan pengintegrasian TPACK. Ini menunjukkan bahwa meskipun guru memiliki pengetahuan konten yang kuat, mereka mungkin kesulitan dalam menggabungkan aspek pedagogi dan teknologi secara efektif; (2) tingkat kesulitan dari aspek pengembangan perangkat pembelajaran, mayoritas responden menjawab mudah 65,41%, sangat mudah 10,70%, sulit 23,13%, dan sangat sulit 0,76%. Sebagian besar responden merasa pengembangan perangkat pembelajaran mudah, tetapi ada sekitar 23,89% yang menganggapnya sulit atau sangat sulit. Kesulitan terbesar terletak pada menyusun instrumen penilaian yang akurat dan melakukan refleksi kritis. Ini menunjukkan kebutuhan akan pelatihan lebih lanjut dalam desain instruksional dan evaluasi; (3) tingkat kesulitan dalam aspek praktik pengalaman lapangan, responden mayoritas memberi jawaban mudah sebesar 62,83%, jawaban sulit sebesar 26,86%, diikuti jawaban sangat mudah sebesar 9,07% dan jawaban sangat sulit sebesar 1,24%. Mayoritas responden merasa praktik pengalaman lapangan mudah, namun sekitar 28,10% mengalami kesulitan. Tantangan utama adalah merumuskan rencana pemanfaatan hasil penilaian dan mengedit rekaman video pembelajaran. Hal ini menunjukkan kebutuhan akan keterampilan praktis dalam penggunaan teknologi dan refleksi kritis terhadap praktik mengajar; dan (4) tingkat kesulitan pada aspek uji; (a) uji komprehensif responden mayoritas memberi jawaban mudah sebesar 58,77%, jawaban sulit sebesar 31,57%, jawaban sangat mudah sebesar 7,52%, dan jawaban sangat sulit sebesar 2,14%. Ini menunjukkan iii bahwa uji komprehensif menuntut kemampuan yang tinggi dalam integrasi pengetahuan dan keterampilan yang mungkin belum sepenuhnya dikuasai oleh sebagian guru; (b) tingkat kesulitan pada aspek uji kinerja responden mayoritas memberi jawaban mudah sebesar 61,88%, jawaban sulit sebesar 28,08%, diikuti jawaban sangat mudah sebesar 7,81%, dan jawaban sangat sulit sebesar 2,23%. Sebagian besar responden merasa uji kinerja mudah, namun sekitar 30,31% mengalami kesulitan. Kesulitan ini mungkin terkait dengan penerapan praktis dari teori yang telah dipelajari, serta kemampuan untuk menilai kinerja secara objektif dan akurat; dan (c) tingkat kesulitan pada aspek uji pengetahuan, responden mayoritas memberi jawaban mudah sebesar 55,24%, jawaban sulit sebesar 34,19%, diikuti jawaban sangat mudah sebesar 6,40%, dan jawaban sangat sulit sebesar 4,17%. Hampir setengah dari responden merasa uji pengetahuan sulit atau sangat sulit. Ini menunjukkan bahwa meskipun guru memiliki pengetahuan teoretis, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mengaplikasikannya dalam konteks penilaian formal. Implikasi dan rekomendasi untuk mengatasi kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran program pendidikan profesi guru dalam jabatan adalah memberikan pelatihan lebih lanjut tentang pengintegrasian teknologi, pedagogi, dan konten (TPACK) agar guru lebih nyaman dan terampil dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran, meningkatkan pelatihan dalam desain instruksional dan pengembangan perangkat pembelajaran, terutama dalam pembuatan instrumen penilaian yang akurat dan refleksi kritis, menyediakan pelatihan praktis dalam penggunaan teknologi untuk pengajaran termasuk pengeditan video dan analisis data pembelajaran, menyediakan program pengembangan profesional yang berkelanjutan untuk membantu guru terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, dan meningkatkan dukungan dan bimbingan dari mentor yang berpengalaman untuk membantu guru dalam menghadapi tantangan praktis dan teoritis.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | analisis tingkat kesulitan, pembelajaran ppg daljab, pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran, praktik pengalaman lapangan, uji ppg |
| Subjects: | Pendidikan > Teknologi Pendidikan |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) > Teknologi Pembelajaran |
| Depositing User: | Perpustakaan FIP |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 04:59 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 04:59 |
| URI: | http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/89489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
