MUTHIE, IMAM (2023) PELESTARIAN KESANTUNAN BERBAHASA ANAK USIA DINI. S2 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.
|
Text
fulltext_imam muthie_20717251022.pdf Download (495kB) |
Abstract
Yogyakarta, 2023. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengungkap penerapan kesantunan berbahasa anak usia dini, (2) menganalisis kelemahan penerapan kesantunan berbahasa anak usia dini, dan (3) menghasilkan pola pelestarian kesantunan berbahasa anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan berbentuk deskriptif. Penelitian dilakukan di KB/TK Laboratorium Pedagogia Yogyakarta dengan orang tua, guru, dan kepala sekolah sebagai subjek sekaligus sumber data penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh menggunakan teknik triangulasi. Data di proses melewati proses reduksi, display, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kesantunan berbahasa anak usia dini memiliki empat indikator yaitu konsep kesantunan berbahasa anak usia dini, urgensi pelestarian kesantunan berbahasa anak usia dini, standar nilai kesantunan berbahasa anak usia dini, dan stimulasi kesantunan berbahasa anak usia dini. Kelemahan dalam penerapan kesantunan berbahasa anak usia dini yaitu ketergantungan orang tua terhadap sekolah, pengawasan di rumah, kelemahan di lingkungan sekolah, kelemahan pada anak, dan media pembelajaran kesantunan berbahasa anak usia dini. Selanjutnya, pola pelestarian kesantunan berbahasa anak usia dini dapat diterapkan dengan adanya integrasi seluruh sumber daya antara faktor internal dan faktor eksternal. Setiap faktor tersebut memiliki tugas dan perannya masing masing yang dapat membantu proses internalisasi kesantunan berbahasa pada anak berdasarkan indikator: (1) konsep kesantunan berbahasa, (2) urgensi kesantunan berbahasa, (3) stimulasi kesantunan berbahasa, (4) media pembelajaran, dan (5) kurikulum. Faktor ekternal anak yang terdiri dari masyarakat dan pendidikan non formal, harus memiliki kesadaran tentang urgensi kesantunan berbahasa sehingga dapat berperan untuk memberikan stimulasi di lingkungan tersebut. Sedangkan faktor internal terdiri dari keluarga, sekolah, dan anak itu sendiri. Untuk melestarikan kesantunan berbahasa pada anak usia dini, lingkungan anak di rumah harus memahami dan mengimplementasikan semua indikator tersebut kecuali kurikulum karena pendidikan di rumah berjalan lebih fleksibel dan dinamis. Disisi lain, lingkungan sekolah memiliki peran yang lebih besar yang seharusnya mengimplementasikan semua indikator kesantunan berbahasa anak usia dini. Dengan integrasi seluruh sumber daya, maka kesadaran pada anak untuk selalu berbahasa santun akan tumbuh dan menjadi tunas baru demi pelestarian kesantunan berbahasa.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | anak usia dini, pelestarian berbahasa, kesantunan berbahasa, pelestarian kesantunan berbahasa, kesantunan berbahasa anak usia dini |
| Subjects: | Pendidikan Pendidikan > Pra Sekolah dan Sekolah Dasar Pendidikan > Pra Sekolah dan Sekolah Dasar > Pendidikan Guru PAUD |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) > PGPAUD - Pendidikan Guru Anak Usia Dini |
| Depositing User: | Perpustakaan FIP |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 07:17 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 07:17 |
| URI: | http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/89487 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
