Pengembangan Model Pembelajaran Seni Rupa Lingkungan Berbasis Literasi Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreativitas Peserta Didik SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Astuti, Eni Puji and Dardiri, Achmad (2026) Pengembangan Model Pembelajaran Seni Rupa Lingkungan Berbasis Literasi Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreativitas Peserta Didik SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta. S3 thesis, Sekolah Pascasarjana.

[img] Text
disertasi_eni puji astuti_19703261038.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan pengembangan Model Pembelajaran Seni Rupa Lingkungan (SERULING) berbasis literasi visual dalam pembelajaran seni rupa di SMA; (2) menghasilkan konstruksi Model SERULING yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan guru, dan konteks pembelajaran seni rupa lingkungan; (3) menguji kelayakan dan kepraktisan Model SERULING; dan (4) menguji efektivitas Model SERULING dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik SMA. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan model 5D Cennamo dan Kalk yang meliputi tahap Define, Design, Demonstrate, Develop, dan Deliver. Subjek penelitian terdiri atas guru Seni Budaya/Seni Rupa, peserta didik SMA, ahli model pembelajaran, seniman dan pengguna model melalui forum MGMP. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, focus group discussion, validasi ahli, angket kepraktisan, angket efektivitas, pretest-posttest, penilaian karya, dokumentasi, dan refleksi pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran tentang kebutuhan, konstruksi, kelayakan, kepraktisan, keterlaksanaan, dan efektivitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model SERULING dibutuhkan karena pembelajaran seni rupa di SMA masih cenderung berorientasi pada produk karya, sedangkan literasi visual, berpikir kritis, kreativitas, dan refleksi terhadap persoalan lingkungan belum dikembangkan secara sistematis; (2) Model SERULING terdiri atas enam sintaks, yaitu Eksplorasi Visual, Analisis dan Pemaknaan Visual, Perancangan Konsep, Produksi Karya, Presentasi dan Dialog, serta Refleksi; (3) hasil validasi ahli memperoleh rerata skor 4,73, persentase kelayakan 94,67%, dan nilai Aiken’s V sebesar 0,93, sehingga model termasuk kategori sangat valid, sedangkan hasil uji kepraktisan guru memperoleh rerata 4,27 dengan persentase 85,42%, termasuk kategori sangat praktis; dan (4) Model SERULING efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik, ditunjukkan melalui peningkatan hasil pretest-posttest sebesar 8,12% untuk variabel kemampuan berpikir kritis dan 10,19% untuk kreativitas, observasi proses pembelajaran, karakteristik karya, respons peserta didik, serta penilaian efektivitas guru dengan rerata 4,46 dan persentase 89,29%. Dengan demikian, Model SERULING dinyatakan valid, praktis, dan efektif sebagai model pembelajaran seni rupa lingkungan berbasis literasi visual bagi peserta didik SMA.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: berpikir kritis, kreativitas, literasi visual, model pembelajaran, seni rupa lingkungan
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Menengah
Pendidikan > Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Seni dan Budaya > Seni Rupa
Divisions: Sekolah Pascasarjana (SPS) > Ilmu Pendidikan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 18 Sep 2026 04:27
Last Modified: 18 Sep 2026 04:27
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/92299

Actions (login required)

View Item View Item