Pendidikan Perdamaian dalam Mengatasi Kekerasan di Sekolah Menengah Atas.

Saleh, M Nurul Ikhsan and Hanum, Farida (2026) Pendidikan Perdamaian dalam Mengatasi Kekerasan di Sekolah Menengah Atas. S3 thesis, Sekolah Pascasarjana.

[img] Text
disertasi_m nurul ikhsan saleh_23070350002.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menggali perspektif warga sekolah terhadap makna pendidikan perdamaian dan fenomena kekerasan; (2) menemukan implementasi pendidikan perdamaian; (3) menemukan pola pendidikan perdamaian dalam mengatasi kekerasan; dan (4) merumuskan pola pendidikan perdamaian dalam mengatasi kekerasan yang ideal di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus jamak pada tiga SMA di Yogyakarta: SMA Negeri Perkotaan, SMA Swasta Berbasis Keagamaan, dan SMA Swasta Pluralistik.Penelitian dilakukan di lingkungan sekolah masing-masing untuk menangkap konteks implementasi nilai- nilai pendidikan perdamaian secara alami. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, dengan fokus pada pandangan, pengalaman, dan sikap kepala sekolah, guru, staf, serta siswa. Informan dipilih melalui metode snowball sampling untuk menjangkau partisipan yang relevan dan memahami dinamika pada tiap kasus. Instrumen penelitian terdiri atas pedoman wawancara, lembar observasi, dan format analisis dokumen yang disusun sesuai fokus penelitian. Penelitian ini mengadopsi pendekatan abduktif yang memadukan elemen deduktif dan induktif, serta mencakup tujuan deskriptif, eksplanatif, dan eksploratif. Analisis data mengikuti enam langkah Creswell: (1) mempersiapkan dan mengorganisasi data; (2) membaca keseluruhan data; (3) melakukan pengodean; (4) mengembangkan deskripsi dan tema; (5) menyajikan serta melaporkan temuan; dan (6) menafsirkan makna hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perspektif warga sekolah terhadap pendidikan perdamaian dan kekerasan berbeda sesuai konteks kelembagaan masing-masing. Pendidikan perdamaian dipahami sebagai upaya menegakkan keadilan, empati, dan penghargaan atas keberagaman, sedangkan kekerasan tidak lagi dipersepsikan semata sebagai agresi fisik, tetapi juga mencakup bentuk verbal, psikologis, digital, dan struktural. Sintesis ketiga sekolah menegaskan bahwa pendidikan perdamaian dimaknai sebagai pembentukan budaya sekolah yang menumbuhkan relasi inklusif dan partisipatif, bukan sekadar ketiadaan kekerasan. (2) Implementasi pendidikan perdamaian terlaksana melalui tiga dimensi yang saling melengkapi: struktural (sistem kelembagaan yang adaptif dan regulatif), relasional (penguatan empati, partisipasi, dan solidaritas sosial), dan reflektif (pengembangan kesadaran kritis serta transformasi nilai pada diri peserta didik). Sinergi ketiganya menunjukkan bahwa efektivitas praktik bergantung pada strategi yang kontekstual, multidimensional, dan partisipatif. (3) Pola pendidikan perdamaian untuk mengatasi kekerasan teridentifikasi dalam konfigurasi khas tiap sekolah; demokratis-egaliter, spiritual-reflektif, dan nasionalisme inklusif, yang ketika dibandingkan menunjukkan kesamaan pada pengarusutamaan nilai damai serta perbedaan pada mekanisme kelembagaan, relasi sosial, dan praktik pedagogis; pola-pola ini meminimalkan kekerasan melalui pencegahan berbasis budaya ii sekolah, penanganan restoratif, dan penguatan partisipasi. (4) Pola pendidikan perdamaian yang ideal mencakup aspek-aspek utama seperti kelembagaan sistemik, pendekatan whole-school yang kolaboratif, kepemimpinan transformatif, kurikulum reflektif, praktik demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), mediasi konflik restoratif, serta keterlibatan orang tua dan komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan perdamaian bukan sekadar wacana normatif, melainkan praksis nyata yang dapat meminimalkan kekerasan sekaligus menumbuhkan generasi yang kritis, inklusif, dan reflektif. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model konseptual pendidikan perdamaian yang integratif; secara praktis, memberikan acuan strategis bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang kebijakan pencegahan kekerasan yang partisipatif dan kontekstual.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: budaya sekolah, kekerasan di sekolah menengah atas, pendidikan perdamaian, positive peace, resolusi konflik kekerasan
Subjects: Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Pendidikan > Pendidikan Menengah
Pendidikan > Bimbingan
Pendidikan > Konseling
Divisions: Sekolah Pascasarjana (SPS) > Ilmu Pendidikan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 14 Sep 2026 08:02
Last Modified: 14 Sep 2026 08:02
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/92133

Actions (login required)

View Item View Item