Adaptasi Keterampilan Computational Thinking menuju Transformasi Digital bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan.

Yuliana, Irma and Triyono, Mochamad Bruri (2026) Adaptasi Keterampilan Computational Thinking menuju Transformasi Digital bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. S3 thesis, Sekolah Pascasarjana.

[img] Text
disertasi_irma yuliana_19702261014.pdf
Restricted to Registered users only

Download (41MB)

Abstract

Transformasi digital secara fundamental membentuk kembali persyaratan kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan, menuntut pemikiran adaptif dan sistematis untuk mengatasi tantangan tempat kerja yang intensif teknologi. Computational Thinking (CT) semakin diakui sebagai kompetensi kognitif inti yang mendasari keterampilan digital dan kemampuan kerja dalam pendidikan kejuruan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat keterampilan CT di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan, (2) menganalisis keterampilan CT yang mendukung kecakapan digital siswa SMK sesuai bidang keahliannya, dan (3) memberikan alternatif implementasi CT dalam pembelajaran di sekolah menengah kejuruan. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain Sequential Explanatory, yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif secara berurutan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif dan mendalam. Tahap kuantitatif dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data keterampilan Perceived Computational Thinking dan adaptasi digital pada sejumlah siswa SMK yang sedang atau telah mengikuti praktik industri. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, korelasi Spearman, analisis regresi, serta uji mediasi untuk mengidentifikasi peran CT dalam mendukung adaptasi digital dan efektivitas pengalaman dalam bekerja. Sedangkan pada tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, observasi pembelajaran di sekolah termasuk perangkat ajar, serta studi literatur yang relevan. Data kualitatif dianalisis menggunakan perangkat lunak MAXQDA melalui proses open coding, axial coding dan selective coding. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa keterampilan perceived CT siswa SMK berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan aspek decomposition dan abstraction sebagai komponen yang paling dominan. Terdapat korelasi positif dan signifikan antara keterampilan CT dan kemampuan adaptasi digital (r = 0,682; p < 0,05), yang menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat CT yang lebih tinggi cenderung memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi lingkungan kerja digital. Analisis regresi mengonfirmasi bahwa CT merupakan prediktor penting bagi kesiapan adaptasi digital, sementara uji mediasi menunjukkan bahwa adaptasi digital berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara CT dan efektivitas pengalaman bekerja. Hasil analisis kualitatif mengidentifikasi tiga kategori utama, yaitu: (1) faktor penghambat, yang mencakup keterbatasan fasilitas teknologi dan variasi kompetensi digital guru; (2) faktor pendorong, seperti penerapan Project-Based Learning (PBL), dukungan kebijakan sekolah, dan budaya belajar kolaboratif; serta (3) dampak adaptasi digital, yang meliputi peningkatan keterampilan CT, kesiapan kerja, efikasi diri digital, dan employability siswa. Hasil joining table kedua metode menegaskan bahwa CT merupakan fondasi kognitif penting yang menjembatani pengalaman belajar di sekolah dengan tuntutan kerja di lingkungan industri digital. Sebagai kontribusi teoretis dan praktis, penelitian ini menawarkan konsep CT-driven Work-Based Learning, yaitu pendekatan pembelajaran vokasional yang menempatkan Computational Thinking sebagai pendorong utama dalam perancangan dan pelaksanaan WBL. Pendekatan ini menegaskan bahwa keberhasilan WBL dan peningkatan employability lulusan tidak hanya ditentukan oleh intensitas praktik kerja, tetapi oleh kemampuan siswa dalam berpikir komputasional untuk menghadapi pemecahan masalah kompleks, otomatisasi proses kerja, dan kolaborasi berbasis data. Dengan demikian, CT-driven Work-Based Learning memberikan kerangka konseptual baru bagi pendidikan vokasional dalam menyiapkan lulusan SMK sebagai intellectual workers yang adaptif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja di era transformasi digital.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: transformasi digital, computational thinking, adaptasi kerja, work-based learning
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Kejuruan
Pendidikan > Teknologi Pendidikan
Teknik & Teknologi > Teknologi Informasi
Vocational > Technology and Engineering
Divisions: Sekolah Pascasarjana (SPS) > Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 13 Jul 2026 02:32
Last Modified: 13 Jul 2026 02:32
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/91688

Actions (login required)

View Item View Item