KONFLIK PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM NOVEL SEBUAH CINTA YANG MENANGIS KARYA HERLINATIENS

ARINA, DESTINAWATI (2012) KONFLIK PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM NOVEL SEBUAH CINTA YANG MENANGIS KARYA HERLINATIENS. S1 thesis, UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
1-07210141019.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 1-07210141019.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2-07210141019.pdf

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 5-07210141019.pdf

Download (51kB) | Preview
[img]
Preview
Text
lampiran-07210141019.pdf

Download (139kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter tokoh utama perempuan, konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama perempuan, serta usaha yang dilakukan oleh tokoh utama perempuan dalam menyelesaikan konflik psikologis dalam novel Sebuah Cinta yang Menangis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel yang berjudul Sebuah Cinta yang Menangis karya Herlinatiens. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama perempuan yang dikaji secara psikologi sastra. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui validitas (semantik) dan reliabilitas (interrater dan intrarater). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, karakter tokoh utama perempuan dalam novel Sebuah Cinta yang Menangis dipengaruhi oleh kehidupannya di masa lalu. Kekerasan yang dilakukan oleh sang ibu membuat tokoh utama perempuan memiliki karakter percaya diri, sombong, individualis, dan pendendam. Sejak kecil tokoh utama perempuan tidak memiliki agama yang jelas. Pertemuannya dengan sahabat lamanya membuatnya merasakan hadirnya cinta dan Tuhan. Hal tersebut mempengaruhi karakter tokoh, yaitu memiliki toleransi, ingin dicintai dan mencintai laki-laki, berserah diri, memiliki kecemasan, dan pesimis. Tokoh utama perempuan dalam novel ini memiliki kepribadian ganda yaitu Aku dan Kau. Pribadi Kau bertolak belakang dengan pribadi Aku. Pribadi Kau masih menjunjung nilai dan norma masyarakat yang membuatnya memiliki karakter mengalah. Kedua, konflik yang dialami oleh tokoh utama perempuan yaitu kecemasan, kebimbangan, pertentangan, dan harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Konflik yang terjadi pada tokoh utama dipengaruhi oleh sikap sombong, individualis, dan pertemuan dengan sahabat lamanya. Ketiga, usaha yang dilakukan oleh tokoh utama perempuan meliputi regresi, sublimasi, proyeksi, represi, dan rasionalisasi. Regresi digunakan untuk menyelesaikan konflik dengan cara menjadi perempuan yang tidak berpendidikan. Sublimasi menyelesaikan konflik psikologis dengan cara mengalihkan keinginan ke bentuk yang bersifat positif. Proyeksi menyelesaikan konflik psikologis dengan cara menyamakan orang lain dengan dirinya. Represi menyelesaikan konflik psikologis dengan cara menekan keinginan dan perasaan. Rasionalisasi menyelesaikan konflik dengan cara menerima kenyataan dan membalikkan keadaan karena sadar jika tidak mungkin bersama. Kata kunci: tokoh utama perempuan, konflik psikologis, penyelesaian konflik, novel

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: tokoh utama perempuan, konflik psikologis, penyelesaian konflik, novel
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa dan Sastra Indonesia
Perpustakaan
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia > Bahasa dan Sastra Indonesia
Perpustakaan
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 17 Dec 2012 07:00
Last Modified: 17 Dec 2012 07:00
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/9085

Actions (login required)

View Item View Item