PENGEMBANGAN WEBSITE SIAGA PENDIDIKAN BENCANA (SIPENA) UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR DI KAWASAN RAWAN BENCANA

SEPTIKASARI, ZELA (2023) PENGEMBANGAN WEBSITE SIAGA PENDIDIKAN BENCANA (SIPENA) UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR DI KAWASAN RAWAN BENCANA. S3 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.

[img] Text
fulltext_zela septikasari_21706261040.pdf
Restricted to Registered users only

Download (394kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Menemukan informasi data implementasi integrasi pendidikan bencana di Sekolah Dasar saat ini, (2) Menemukan kelemahankelemahan dalam implementasi integrasi pendidikan bencana di Sekolah Dasar saat ini, (3) Menghasilkan website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana, (4) Mengetahui tingkat kelayakan website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana, (5) Mengetahui tingkat kepraktisan website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana, dan (6) Mengetahui tingkat keefektifan website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) model Borg & Gall. Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan berdasarkan pada sepuluh langkah model pengembangan Borg & Gall (2003) yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan desain produk, (4) uji coba awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba diperluas, (7) revisi produk utama, (8) uji coba operasional, (9) revisi produk akhir, (10) diseminasi dan implementasi. Subjek uji coba awal sebanyak 16 siswa kelas IV SD N Srunen. Subjek uji coba diperluas 27 siswa kelas IV SD N Glagaharjo. Subjek uji operasional 19 siswa kelas IV SD N Kepuharjo, 17 siswa kelas IV SD N Umbulharjo 2, dan 28 siswa kelas IV SD N Kejambon 2. Pengumpulan data menggunakan skala kelayakan ahli media dan materi, angket kepraktisan guru, angket kepraktisan guru siswa, pretest dan posttest kesiapsiagaan. Teknik analisis data menggunakan nilai rata-rata total skor masing-masing aspek dengan kategori kelayakan dan kepraktisan dengan standar 2,51 kriteria layak dan praktis. Analisis keefektifan menggunakan nilai standar gain, dan analisis kesiapsiagaan dilakukan dengan analisis diskriptif kualitatif dengan melakukan perbandingan setiap indikator kesiapsiagaan pada setiap sekolah dengan tingkat Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang berbeda. Produk yang dihasilkan berupa website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana. Beberapa temuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Implementasi integrasi pendidikan bencana di Sekolah Dasar saat ini dilaksanakan oleh guru pada mata pelajaran yang memuat materi kebencanaan seperti IPA tema gejala alam, dan IPS tema lingkungan. Integrasi pendidikan bencana hanya dilaksanakan 2-3 kali selama satu semester, dan menggunakan media serta sarana prasarana yang terbatas. (2) Kelemahan-kelemahan dalam implementasi integrasi pendidikan bencana di Sekolah Dasar saat ini adalah kurangnya media, sarana, prasarana, kapasitas guru, waktu, dan anggaran sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran integrasi pendidikan bencana. (3) Website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) terbukti dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana. Hal itu dibuktikan dari hasil pretest pada saat uji operasional mengidentifikasikan bahwa sekolah yang berada di Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III sebelum dilaksanakan pembelajaran menggunakan Website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) masih memiliki kesiapsiagaan yang “cukup siap”. Setelah melaksanakan pembelajaran integrasi bencana dengan menggunakan Website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) nilai posttest mengalami kenaikan signifikan dan menunjukkan kesiapsiagan “siap”. (4) Tingkat kelayakan website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana yaitu berdasarkan hasil validasi ahli instrumen, ahli materi, dan ahli media yang secara keseluruhan menghasilkan kriteria “sangat layak”. (5) Tingkat kepraktisan website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana diperoleh berdasarkan penilaian kepraktisan guru dan siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) yang menghasilkan rata-rata kriteria “sangat praktis”. (6) Tingkat keefektifan website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana diperoleh dari penilaian standar gain pada saat uji operasional. Persentase nilai standar gain SD N Kepuharjo adalah 85%, SD N Umbulharjo 2 dengan persentase 76%, dan SD N Kejambon 2 dengan persentase 76%. Hasil persentase nilai standar gain pada uji operasional menghasilkan kriteria “efektif”, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan website Siaga Pendidikan Bencana (SIPENA) efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa Sekolah Dasar di kawasan rawan bencana.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: pengembangan, website siaga pendidikan bencana (sipena), pendidikan bencana, kesiapsiagaan, kawasan rawan bencana.
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Dasar
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) > PGSD - Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Depositing User: Perpustakaan FIP
Date Deposited: 09 Apr 2026 02:33
Last Modified: 09 Apr 2026 02:33
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/90595

Actions (login required)

View Item View Item