DAHNIAL, IRFAN (2023) PEMIKIRAN TOKOH LOKAL SUMATERA UTARA “WILLEM ISKANDER” DALAM KONTEKS PENDIDIKAN DAN NASIONALISME DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0. S3 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.
|
Text
fulltext_irfan dahnial_20706261015.pdf Restricted to Registered users only Download (941kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menemukan pemikiran Willem Iskander sebagai tokoh lokal pendidikan dan nasionalisme. (2) menemukan pola penerapan pemikiran Willem Iskander dalam membangun semangat nasionalisme generasi muda pada dunia pendidikan. (3) menemukan strategi para guru dalam menerapkan pemikiran Willem Iskander menggagas pendidikan dan nasionalisme khususnya di Sumatera Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi belum ada yang menggali secara mendalam tentang Pemikiran Tokoh Pendidikan Lokal Sumatera Utara “Willem Iskander” dalam Konteks Pendidikan dan Nasionalisme di Era Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menyelidiki suatu keadaan yang terjadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahapan observasi, dokumentasi, dan melakukan wawancara secara mendalam. Analisis dilakukan menggunakan desain fenomenologi dengan tahapan (1) mendeskripsikan, (2) membuat pernyataan, (3) mengelompokkan data, (4) merefleksikan, dan (5) mengkonstruksi seluruh pengalaman peneliti dalam mengungkap fakta yang terjadi dilapangan. Hasil penelitian menunjukan (1) Pemikiran Willem Iskander tentang pendidikan dan nasionalisme sebagai berikut: “Lao ita marasarak, Mar sipaingot dope au di o, Ulang lupa paingat danak, Manalai bisuk na peto”. Dalam bahasa Indonesia dapat di maknai “Jika nanti engkau tempatku kembali, Kuharap tidak dalam kebodohan lagi, Saat kita berpisah ini, Kuberi nasihat padamu lagi, Jangan lupa anak dinasehati, Buat mencari ilmu yang hakiki”. Pemikiran Willem Iskander ini dapat dimaknai bahwa pentingnya sebuah pendidikan sebagai pusat kebudayaan sekaligus menjunjung tinggi bahasa daerah sebagai bahasa persatuan. “Adang alak ruar na mian di Penyabungan tibu ia aruar Baon ia madung busungan” pemikiran Willem Iskander tersebut dalam bahasa Indonesia di maknai sebagai bentuk peringatan bahwa “Ada orang luar (Kolonial) yang berdiam di Penyabungan ia segera keluar sebab perutnya sudah busung” ungkapan tersebut bertujuan untuk membangun semangat nasionalisme dalam mengusir penjajah. (2) Dalam membangun pendidikan dan nasionalisme dalam dunia pendidikan para pendidik juga telah menerapkan dan meneladani dari pemikiran Willem Iskander sejak dulu, diantaranya mengingatkan para pelajar agar tekun dalam belajar dan menuntut ilmu, serta berperilaku jujur dan pantang menyerah. (3) Strategi para guru di UPT SDN Sei Merah Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dalam menerapkan pemikiran Willem Iskander melalui pembentukan karakter peserta didik agar memiliki sikap cinta tanah air, serta semangat kebangsaan yang tinggi, hal ini dibuktikan para guru telah mengintegrasikan pembelajaran dengan lingkungan sekitar agar peserta didik dapat mencintai lingkungan tempat tinggalnya, demikian halnya juga pada masa lampau Willem Iskander selalu menumbuhkan kepada muridnya agar cinta terhadap lingkungan.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Willem Iskander, Pendidikan Lokal, Nasionalisme, Industri 4.0 |
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan Dasar |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) > PGSD - Pendidikan Guru Sekolah Dasar |
| Depositing User: | Perpustakaan FIP |
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 02:29 |
| Last Modified: | 09 Apr 2026 02:29 |
| URI: | http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/90594 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
