INTERAKSI SISWA DIFABEL DAN NON-DIFABEL DI SEKOLAH INKLUSIF MAN MAGUWOHARJO SLEMAN YOGYAKARTA

Sari , Mulyaningrum (2012) INTERAKSI SISWA DIFABEL DAN NON-DIFABEL DI SEKOLAH INKLUSIF MAN MAGUWOHARJO SLEMAN YOGYAKARTA. S1 thesis, UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
1 - 08413244044.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 1 - 08413244044.pdf

Download (20kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2 - 08413244044.pdf

Download (71kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 5 - 08413244044.pdf

Download (30kB) | Preview
[img]
Preview
Text
lampiran - 08413244044.pdf

Download (26MB) | Preview

Abstract

MAN Maguwoharjo merupakan madrasah pertama di Indonesia yang menjadi sekolah inklusif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan mengenai interaksi siswa difabel dengan siswa non-difabel di sekolah inklusif MAN Maguwoharjo Sleman Yogyakarta. Selain hal tersebut, peneliti juga mendeskripsikan tentang implementasi pendidikan inklusif di MAN Maguwoharjo Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data kata-kata dan tindakan, dan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur, observasi partisipan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi metode, dan analisis datanya menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan sekolah inklusif MAN Maguwoharjo mengacu pada prinsip fleksibilitas, baik pada aspek penempatan kurikulum, pengelolaan pembelajaran, sistem penilaian dengan tetap merujuk pada standar pendidikan nasional. Pihak sekolah melakukan penyesuaian baik dari segi kurikulum, sarana prasarana pendidikan, maupun sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu peserta didik. Metode mengajar yang dipergunakan oleh guru di MAN Maguwoharjo bervariasi, antara lain dilakukan dengan ceramah, diskusi, tanya jawab maupun presentasi yang melibatkan pihak guru dan siswa maupun salah satu pihak saja. Praktik pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel agar tidak membebani siswa. Pada saat kegiatan belajar mengajar juga menggunakan sistem asuhan sebaya untuk siswa difabel, maksudnya adalah siswa difabel seperti tunanetra akan dibantu oleh temanteman lainnya saat pembelajaran berlangsung. Terdapat visualisasi terhadap materi pelajaran untuk membantu siswa difabel dalam menerima materi pelajaran di kelas. Interaksi sosial yang tercipta antara siswa difabel dan non-difabel di sekolah inklusif MAN Maguwoharjo lebih banyak pada kerjasama, yaitu siswa non-difabel mambantu siswa difabel membacakan materi atau soal latihan yang diberikan guru dan kerjasama dalam kegiatan berdiskusi dan presentasi. Kerjasama yang terjalin di luar kelas terwujud dalam perbuatan tolong menolong dan rasa solidaritas dan hubungan persahabatan. Persaingan diantara siswa difabel maupun non-difabel di MAN Maguwoharjo Sleman Yogyakarta adalah persaingan yang positif, dimana setiap siswa baik itu siswa difabel maupun non-difabel bersaing untuk meraih prestasi nilai terbaik atau rangking. Pertikaian di antara siswa difabel dan nondifabel jarang sekali terjadi hanya ada beberapa siswa yang pernah terlibat pertikaian yang disebabkan karena faktor pribadi dan penyelesaian masalah tersebut mereka memilih untuk bertoleransi untuk meredam pertikaian. Kata kunci : interaksi siswa, difabel, sekolah inklusif, MAN Maguwoharjo

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: interaksi siswa, difabel, sekolah inklusif, MAN Maguwoharjo
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Perpustakaan
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi
Perpustakaan
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 13 Dec 2012 02:11
Last Modified: 29 Jan 2019 17:46
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/8775

Actions (login required)

View Item View Item