PEMETAAN POPULASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KECAMATAN KARANGDOWO KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH

Alfia Tamamah, Alfia Tamamah (2011) PEMETAAN POPULASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KECAMATAN KARANGDOWO KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH. S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
051032410091.pdf

Download (21kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Sebaran populasi anak berkebutuhan khusus di kecamatan Karangdowo kabupaten Klaten Jawa Tengah. 2) Jenis dan klasifikasi anak berkebutuhan khusus di kecamatan Karangdowo kabupaten Klaten Jawa Tengah. 3) Kebutuhan layanan bagi anak berkebutuhan khusus di kecamatan Karangdowo kabupaten Klaten Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus di 19 desa dalam satu kecamatan. Populasi penelitian ini adalah anak berkebutuhan khusus yang berusia 4-18 tahun di kecamatan Karangdowo kabupaten Klaten Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2009 sampai November 2009. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, angket, dan observasi. Teknik analisis data digunakan analisis data diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) jumlah anak berkebutuhan khusus usia 4-18 tahun yang tersebar adalah 56 orang dengan sebaran sebagai berikut di desa Tulas 5 anak, Soko 3 anak, Tumpukan 4 anak, Karangjoho 3 anak, Bulusan 2 anak, Munggung 10 anak, Pugeran 1 anak, Demangan 3 anak, Babadan 3 anak, Karang Talun 1 anak, Ngolodono 4 anak, Sentono 1 anak, Karangwungu 1 anak, Tegal Ampel 3 anak, Bakungan 3 anak, Kupang 2 anak, Ringin Putih 1 anak, Tambak 4 anak, Karangdowo 2 anak. 2) anak berkebutuhan khusus yang berjumlah 56 anak tersebut terbagi dalam 8 jenis ketunaan, dengan klasifikasi tunanetra 4 anak, tunarungu wicara 4 anak, tunagrahita 29 anak, tunadaksa 12 anak, tunalaras 2 anak, kesulitan belajar spesifik 2 anak, autis 2 anak, tunaganda/multi 1 anak. Klasifikasi menurut umur terbagi menjadi 5, yaitu 4-6 tahun 6 anak, 7-9 tahun 12 anak, 10-12 tahun 11 anak, 13-15 anak 13 anak, 16-18 tahun 14 anak. Klasifikasi menurut penyebab terjadinya ketunaan terbagi menjadi 3, dengan klasifikasi bawaan lahir 44 anak, kecelakaan/bencana alam 2 anak, dan penyakit 10 anak. 3) layanan yang dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus tersebut adalah sekolah luar biasa, fisioterapi, terapi wicara, terapi okupasi,terapi sosial, psikoterapi, latihan ketramilan kerja/vokasional, medis, alat bantu gerak, OM, tongkat penuntun, kursi roda, alat bantu dengar, terapi tingkah laku, terapi bermain.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Biasa
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Biasa
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 21 Jun 2012 07:50
Last Modified: 21 Jun 2012 07:50
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/696

Actions (login required)

View Item View Item