Pemanfaatan Model WRF-ARW untuk Simulasi Hujan Sangat Lebat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (Studi Kasus Tanggal 12 Januari 2019)

Wisnawa, Gede Gangga and Utami, Asih Dwi and Prayudhi, Shandy Adhitya and Sari, Fitria Puspita (2019) Pemanfaatan Model WRF-ARW untuk Simulasi Hujan Sangat Lebat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (Studi Kasus Tanggal 12 Januari 2019). Prosiding Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 2019. pp. 56-63.

[img]
Preview
Text
57-end.pdf

Download (667kB) | Preview
Official URL: http://fmipa.uny.ac.id

Abstract

Dalam harian Tribun-Bali.com tanggal 12 Januari 2019, disebutkan telah terjadi hujan sangat lebat yang mengakibatkan kebocoran dan jatuhnya plafon pada beberapa lokasi di wilayah Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kondisi atmosfer wilayah tropis yang dinamis serta terbatasnya kesediaan alat untuk mengukur parameter cuaca di wilayah Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi suatu tantangan dalam mensimulasikan kondisi atmosfer saat kejadian hujan sangat lebat di wilayah tersebut. Sehingga diperlukan model cuaca numerik Weather Research and Forecasting – Advanced Research WRF (WRF-ARW) untuk mensimulasikan kondisi atmosfer pada saat kejadian tersebut. Uji parameterisasi menggunakan sembilan konfigurasi skema pada parameterisasi mikrofisik dan kumulus dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan skema yang dapat mensimulasikan dengan baik kondisi atmosfer pada saat kejadian. Data keluaran dari sembilan skema parameterisasi diverifikasi dengan data observasi Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai menggunakan metode statistika sederhana, diantaranya Root Mean Square Error (RMSE), koefisien korelasi, dan mean error (ME). Hasil verifikasi menunjukkan skema dengan kombinasi antara Kassler (KS) untuk parameterisasi mikrofisik, dan Kain-Fritch (KF) untuk parameterisasi kumulus memiliki performa yang paling baik dalam merepresentasikan kejadian hujan sangat lebat di wilayah Bandara I Gusti Ngurah Rai, walaupun memiliki nilai yang cenderung underestimate terhadap hasil observasi. Pada analisis keluaran skema KS-KF, diketahui bahwa kondisi atmosfer sebelum dan saat kejadian, mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan sangat lebat. Hal ini ditunjukkan dari nilai CAPE antara 1000 sampai >2200 Joule/Kg dan kandungan uap air di atmosfer sebesar 80 sampai >100% hingga lapisan 500 mb serta adanya wilayah konvergensi di atas wilayah Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: hujan sangat lebat, skema WRF-ARW, Bandara I Gusti Ngurah Rai
Subjects: Ilmu Sosial > Geografi
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika
Prosiding > Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 2019
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika
Depositing User: Himpunan Mahasiswa Fisika
Date Deposited: 20 Jul 2020 02:15
Last Modified: 21 Jul 2020 00:07
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/68452

Actions (login required)

View Item View Item