Whiz Pentagon: Pemaknaan dan Pengaktualisasian Grand Design Konstruksi Kepemimpinan Ideal di Era Industri 4.0

Pangestu, Dimas Aldi and Wandari, Murti (2020) Whiz Pentagon: Pemaknaan dan Pengaktualisasian Grand Design Konstruksi Kepemimpinan Ideal di Era Industri 4.0. In: seminar nasional dan temu alumni HMPS 2019, 12 oktober 2019, FIS UNY Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Whiz Pentagon Pemaknaan Dimas Aldi dkk.pdf

Download (447kB) | Preview

Abstract

Prof Shawab (2016) mengemukakan revolusi industri 4.0 akan mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental yang mengintegrasikan dunia fisik, digital, dan biologi. Pemerintah Indonesia dengan ini telah menetapkan langkah strategis berdasarkan Making Indonesia 4.0 sebagai upaya mewujudkan visi nasional menjadikan Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Pemimpin memiliki peran strategis mencapai target yang menjadi visi nasional tersebut. Terlebih di era revolusi Industri 4.0 menuntut pemimpin untuk memiliki kemampuan adaptasi serta kepekaan/kemampuan untuk melihat peluang baru yang dapat dikembangkan. Pemimpin tidak hanya cukup belajar dan paham konsep kepemimpinan, namun harus menguasai tools soft skill yang relevan dengan posisi, situasi serta tantangan yang akan dihadapi. Firma Riset Deloitte mengungkapkan tantangan utama para pemimpin di Industri 4.0 adalah membangun kapabilitas digital. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mempunyai konsep gagasan Whize Pentagon: pemaknaan dan pengaktualisasian grand design kepemimpian yang ideal di era Industri 4.0. Adapun lima area yang dipandang penulis menjadi titik utama dari Whize Pentagon, yaitu Kemampuan adaptif (Cognitive Flexibility), cara berpikir (cognitive transformation), cara bertindak (behavioral transformation), bereaksi (emotional transformation), dan integritas (integrity). Cognitive Flexibility untuk mensiasati tantangan di era revolusi Industri 4.0. Kemampuan adaftif mempunyia visi yang kuat sesuai dengan konteks, penguasaan kekuatan informasi agar meiliki pemahaman tinggi terhadap situasi yang tengah dihadapi. Cara berpikir (cognitive transformation), perubahan condition sine qua non di era Industri 4.0 mengharuskan pimpinan memiliki kemampuan kognitif yang flexible, logika berpikir yang baik, sensitive terhadap masalah, dan kemampuan visualisasi untuk menghadapi keadaan yang semakin complicated dan smart. Cara bertindak (behavioral transformation), mengahadapi Industri 4.0 pemimpin harus mengedepankan kecepatan, connecting people, dan mampu menggunakan smart politic. Bereaksi (emotional transformation), menghadapi munculnya advanced robotic, virtual reality, bitcoin, dan cryptocurrency diperlukan sosok pemimpin yang responsif dan flexible, selain itu mereka juga harus terbuka terhadap kritik yang membangun dan kemajuan “improvement” tanpa mempermasalahkan perbedaan dalam “tibe” di tempat kerja. Integritas (integrity), menjaga integritas merupakan kompetensi utama bagi pemimpin Industri 4.0 karena segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan menjadi transparan. Kata Kunci: Industri 4.0, Whiz Pentagon dan Kepemimpinan Ideal.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: Pendidikan > Teori dan Praktek Pendidikan
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 13 Jan 2020 09:48
Last Modified: 13 Jan 2020 09:48
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/67106

Actions (login required)

View Item View Item