FABRIKASI DAN KARAKTERISASI LAPISAN TIMAH (IV) OKSIDA DENGAN PEMANASAN LANGSUNG TIMAH (II) KLORIDA DITAMBAH KALIUM (II) KLORIDA DENGAN KOMBINASI EKSFOLIASI MEKANIS

Nurrohman, Arga Brastendar and Dwandaru, WS. Brams (2018) FABRIKASI DAN KARAKTERISASI LAPISAN TIMAH (IV) OKSIDA DENGAN PEMANASAN LANGSUNG TIMAH (II) KLORIDA DITAMBAH KALIUM (II) KLORIDA DENGAN KOMBINASI EKSFOLIASI MEKANIS. S1 thesis, FMIPA.

[img]
Preview
Text
Skripsi Full.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk i) mengetahui pembuatan SnO2 dengan pemanasan langsung bahan SnCl2 + KaCl2 dan dikombinasi dengan teknik ME menggunakan lakban, dan ii) mengetahui pengaruh jumlah eksfoliasi metode ME terhadap hasil lapisan tipis SnO2. Metode yang digunakan dalam proses pembuatan SnO2 adalah pemanasan langsung SnCl2 + KaCl2 dan dikombinasi teknik ME. Tahap awal penelitian ini adalah membuat preparat menggunakan bahan SnCl2 + KaCl2 dengan massa masing-masing 0,05 gram dan diletakkan di atas kertas aluminium, kemudian meletakkan kaca preparat diantara dua preparat dengan bahan SnCl2 + KaCl2 dan melakukan pemanasan dengan suhu 350o C selama 10 menit. Tahap ME adalah menempelkan lakban pada preparat SnO2 dan melepas pelan-pelan sebanyak 2, 6, dan 10 kali. Sampel SnO2 yang terbentuk diuji dengan X Ray Difraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), dan nilai hambatan untuk mengetahui struktur dan sifat kelistrikan lapisan SnO2. Pada penelitian ini telah dihasilkan lapisan SnO2 dengan pemanasan SnCl2 + KaCl2 dengan kombinasi eksfoliasi mekanis menggunakan lakban dibuktikan dengan uji XRD, SEM, dan nilai hambatan. Jumlah ME yang dilakukan mempengaruhi ketebalan lapisan SnO2 dimana pada hasil XRD membuktikan untuk ME 0, 2 dan 6 kali terbentuk kristal sedangkan untuk ME 10 kali terbentuk amorf. Pada hasil SEM menunjukkan bahwa semakin banyak ME, semakin halus lapisan yang dihasilkan. Hasil uji nilai hambatan menunjukkan bahwa lapisan tipis viii SnO2 semakin tebal pada ujung persebarannya. Untuk lapisan SnO2 dengan 0, 2, dan 6 kali ME adalah lapisan yang konduktif sedangkan untuk lapisan SnO2 dengan 10 kali ME adalah lapisan tidak konduktif. Metode ME pada lapisan SnO2 baik untuk dilakukan sebanyak dua kali, tetapi jika terlalu banyak melakukan ME justru akan merusak kristalinitas lapisan SnO2.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: mechanical exfoliation, pembuatan, karakterisasi, SnO2
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika > Fisika
Depositing User: Admin Fisika FMIPA
Date Deposited: 25 Feb 2019 04:32
Last Modified: 25 Feb 2019 04:34
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/62779

Actions (login required)

View Item View Item