POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF SASTRAWAN PEREMPUAN DALAM NOVEL INDONESIA MODERN

Wiyatmi, Dra., M. Hum (2007) POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF SASTRAWAN PEREMPUAN DALAM NOVEL INDONESIA MODERN. [Experiment/Research]

[img]
Preview
Text
Wiyatmi.pdf

Download (12kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena poligami yang digambarkan dalam novel Indonesia modern karya para sastrawan perempuan, pandangan para sastrawan perempuan mengenai fenomena poligami yang terefleksi dalam karya sastranya, dan ideologi feminisme yang mendasari pandangan para sastrawan perempuan mengenai fenomena poligami yang terefleksi dalam karya sastranya. Untuk mencapai tujuan tersebut diteliti novel-novel karya pengarang perempuan yang menggambarkan fenomena poligami yaitu Biru karya Fira Basuki, Geni Jora, Perempuan Berkalung Surban karya Abidah El-khaileqy, dan Dadaisme karya Dewi Sartika. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif melalui kegiatan kategorisasi, tabulasi, dan inferensi. Data-data yang telah dikumpulkan diinterpretasikan dengan perspektif kritik sastra feminis, khususnya kritik sastra feminis ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada tiga buah pola poligami pada karya sastra yang diteliti. Pola I: poligami dilakukan dengan terbuka, ada izin istri pertama, kedua istri berhubungan dengan baik. Penyebabnya karena istri pertama tidak dapat memberikan keturunan. Pola ini terdapat pada novel Geni Jora karya Abidah Al-Khalieqy dan Dadaisme karya Dewi Sartika. Pola II: Poligami dilakukan dengan terbuka, istri pertama terpaksa memberi izin, hubungan antara istri pertama dengan kedua kurang baik. Penyebabnya karena hubungan antara suami dengan istri pertama tidak harmonis, suami melakukan perselingkuhan yang menyebabkan kehamilan perempuan lain. Pola ini terdapat pada novel Perempuan Berkalung Surban. Pola III: Poligami dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, tanpa ada izin istri pertama. Hubungan antara istri pertama dengan kedua tidak baik. Penyebabnya karena hubungan antara suami dengan istri pertama tidak harmonis. Suami melakukan perselingkuhan. Pernikahan keduanya karena perjodohan. Pola ini terdapat pada novel Biru. (2) Pandangan para pengarang perempuan mengenai poliami adalah sebagai berikut: Abidah El-khalieqy memandang poligami sebagai keadaan darurat, sehingga dapat dilakukan, asal syarat-syaratnya dapat dipenuhi. Di samping itu, persoalan ekonomi dan keadilan suami merupakan hal yang harus dipertimbangkan. Apabila suami tidak tidak dapat memenuhinya, maka akan berakibat pada ketidakharonisan hubungan antara para pelaku poligami dan berakhir pada perceraian. Fira Basuki cenderung menolak poligami, lebih-lebih poligami yang dilakukan tanpa izin istri pertama. Di samping itu, suami tidak berbuat adil. Kebencian dan dendam yang dirasakan istri pertama terhadap istri kedua dan suaminya, yang berlanjut pada perceraian menunjukkan sikap penolakan Fira Basiki terhadap poligami. Dewi Sartika memperbolehkan, bahkan tanpa mempermasalahkan terjadinya poligami. Di samping tidak mempermasalahkan poligami, dapat novel Dadaisme, Dewi Sartika juga menggambarkan tokoh-tokohnya yang dapat mencitai lebih dari satu orang (hubungan perselingkuhan). (3) Ada dua aliran feminisme yang mendasari pandangan ketiga sastrawan perempuan yang karyanya diteliti, yaitu feminisme radikal yang tampak pada karya Abidah El-Khaileqy dan Fira Basuki dan feminisme liberal pada karya Dewi Sartika. Feminisme radikal memandang poligami sebagai bentuk dominasi laki-laki atas perempuan, sehingga menimbulkan berbagai masalah terutama pada para istri dan anak-anaknya. Feminisme liberal yang tercermin dalam pandangan Dewi Sartika cenderung tidak mempermasalahkan poligami sebagai bentuk dominasi patriarki, bahkan pihak-pihak yang menjalaninya tidak merasa akibat buruk dan masalah darinya. Poligami bahkan dapat menjadi solusi karena pernikahan dengan istri pertama tidak memberikan keturunan. Kata kunci: poligami, sastrawan perempuan, feminisme FBS, 2007 (PEND. BHS & SASTRA INDONESIA)

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa dan Sastra Indonesia
LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 31 Aug 2012 14:06
Last Modified: 20 Sep 2012 12:54
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/4723

Actions (login required)

View Item View Item