Pengembangan Kit Praktikum Sains Ramah Lingkungan Dari Bahan Daur Ulang dan Implementasinya Dalam Kegiatan PPL-KKN Melalui Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pemulung di Sekitar Sekolah Mitra

Drs. Juli Astono, M.Si (2010) Pengembangan Kit Praktikum Sains Ramah Lingkungan Dari Bahan Daur Ulang dan Implementasinya Dalam Kegiatan PPL-KKN Melalui Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pemulung di Sekitar Sekolah Mitra. [Experiment/Research]

[img] Text
45_Juli_Astono_(PSN).doc

Download (27kB)

Abstract

Penelitian ini mencoba mengintegrasikan solusi terpadu untuk memenuhi kebutuhan dasar sekolah tentang tersedianya saran a dan prasarana terutama untuk kegiatan praktikum, inovasi teknologi berupa kit praktikum ramah lingkungan dari bahan daur ulang untuk menunjang nafkah ganda dan diversifikasi usaha bagi para pemulung, dan kemitraan dengan sekolah dan kampus. Oleh karena itu tujuan penelitian ini, adalah: (I) menghasilkan model pemberdayaan masyarakat pemulung dengan mengacu pada pengembangan budaya kemitraan antara sekolah dan masyarakat dengan memberikan pengalaman praktis sebagai mentor pada mahasiswa peserta PPL-KKN, (2) meningkatkan kualitas hidup masyarakat pemulung melalui workshop pembuatan Kit Praktikum Sains suatu strategi pemberian keterampilan hidup (life skills) tambahan terkait dengan pekerjaannya, (3) menemukan lIpaya penanganan lingkungan melalui daur ulang iimbah plastik dan logam lIntuk mengembangkan Kit Praktikum Ramah lingkllngan dari bahan daur u1ang yang terkait dengan strategi atau model pembiayaan pendidikan bagi masyarakat, (4) dapat diterapkannya Kit Praktikum Sains dalam pembelajaran di kelas untuk mengembangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi di kelas pembelajaran sains menggunakan kit praktikum ramah lingkungan dari bahan daur ulang Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan Lima Fase Perancangan Pengajaran Model Spiral diadaptasi dari 'Five phases o/instructional design' dari Cennamo dan Kalk, (2005:6). Dalam model spiral ini dikenal 5 (lima) fase pengembangan yakni: (I) definisi (define), (2) desain (design), (3) peragaan (demonstrate), (4) pengembangan (develop), dan (5) penyajian (deliver). Pengembang dimulai dari fase definisi (yang merupakan titik awal kegiatan), menuju kearah fase desain, peragaan, pengembangan, dan penyajian yang dalam prosesnya berlangsung secara spiral dan melibatkan pihak-pihak calon pengguna, ahli dari bidang yang dikembangkan (subject matter experts), anggota tim dan instruktur, serta perserta pelatihan pertukangan kayu dan logam. HasH yang dicapai pada tahun pertama ini yakni; (1) dihasilkan model pemberdayaan masyarakat pemulung dengan budaya kemitraan Sekolah(Guru) - Mahasiswa KKN-PPL -Kampus (Dosen-Teknisi Bengkel) yang sifatnya masih "partial" (2) ada peningkatan kualitas hidup masyarakat pemulung dalam bidang pertukangan kayu dan logam melalui workshop pembuatan Kit Praktikum Sains, dengan dihasilkannya Kit Praktikum Sains (3) telah dihasilkan Kit Praktikum Sains Perpaduan Gaya, Melde, Massa Jenis Zat Cair, Ayunan Matematik, Pipa D, Gerak parabola, Inteferensi Cahaya, Polarisasi cahaya, Resonansi BlInyi dari sisa bahan aluminium, pipa logam dari bengkellas kaca aluminium dan logam, dan kayu triplek sisa bangunan, dan (4) dapat digunakan Kit Praktikum Sains dalam pembelajaran di kelas untuk mengembangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi di kelas pembelajaran sains menggunakan kit praktikum ramah lingkungan dari bahan daur ulang. Kata kunci ; kit praktikum, sains bahan daur ulang, pemberdayaan masyarakat, pemulung, lemitraan sekolah- mahasiswa KKL-PPL-Kampus.

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika
LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 21 Jun 2012 01:53
Last Modified: 11 Sep 2012 14:12
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/428

Actions (login required)

View Item View Item