KAJIAN KOROSI PADA BETON BERTULANG DENGAN AGREGAT KASAR DARI BETON DAUR ULANG

Astri, Rostikasari (2013) KAJIAN KOROSI PADA BETON BERTULANG DENGAN AGREGAT KASAR DARI BETON DAUR ULANG. D3 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Tugas Akhir.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang paling banyak digunakan dalam dunia konstruksi, sehingga kebutuhan akan beton sangat dominan di Indonesia. Penggunaan beton jika ada kerusakan akan berakibat meningkatnya jumlah limbah beton sehingga memicu terjadinya pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem disekitarnya. Beton mempunyai kuat tekan yang tinggi. Tetapi beton tidak mampu menahan gaya tarik sehingga perlu ditambahkan baja tulangan. Kombinasi beton dan baja tulangan tersebut disebut dengan beton bertulang. Korosi merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan pada konstruksi beton bertulang. Kerusakan tersebut antara lain berupa pengecilan luas tampang dari baja tulangan, sehingga mempengaruhi kekuatan beton yang diperkuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh korosi baja tulangan pada konstruksi beton bertulang dengan agregat kasar dari beton daur ulang. Metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah DC Electrochemical Method dengan teknik arus paksa. Benda uji berbentuk silinder ∅ 3” (7,52 cm) dan tinggi 30 cm dengan menggunakan agregat kasar asli dari Purworejo, recycle 1, recycle 2 dan recycle 3, dengan baja tulangan berada ditengah-tengah diameter silinder. Pengujian dilakukan selama 30 hari dengan mengamati potensial benda uji, pH air, pola retak dan karbonasi. Pengukuran laju korosi dan densitas arus korosi dilakukan dengan cara menimbang baja tulangan sebelum dan setelah korosi, sedangkan pengukuran degradasi kapasitas momen dilakukan dengan cara menghitung luas tampang dari baja tulangan sebelum dan setelah korosi, dan pengujian karbonasi dilakukan dengan cara meneteskan/menyemprotkan indicator phenolphtalein pada permukaan beton. Berdasarkan hasil pengujian dipeoleh kecenderungan penurunan laju korosi, densitas arus korosi (Icorr), prosentase penurunan berat ( ), massa aktual korosi (Mac), dan degradasi kapasitas momen (Mn) pada benda uji dengan agregat kasar asli, recycle 1, recycle 2 dan recycle 3. Besarnya penurunan laju korosi adalah 1,6418 gr/m2.h, 2,9536 gr/m2.h, 0,8628 gr/m2.h, dan 0,7117 gr/m2.h, penurunan densitas arus korosi (Icorr) adalah 1,44 x 10-5 mA/cm2, 2,58 x 10-5 mA/cm2, 7,59 x 10-6 mA/cm2, dan 6,28 x 10-6 mA/cm2, penurunan prosentase penurunan berat ( ) adalah 3,7113 %, 6,7212 %, 1,9618 %, dan 1,6371 %, penurunan massa aktual korosi (Mac) adalah 0,0108 gr/mm2, 0,0194 gr/mm2, 0,0057 gr/mm2, dan 0,0047 gr/mm2, dan besarnya penurunan nilai degradasi momen dengan lebar balok (b) = 200mm; 300mm; 400mm, dan 500mm berturutturut adalah 230,208 kNm, 216,808 kNm, 130,912 kNm, 0 kNm (runtuh); 776,952 kNm, 731,728 kNm, 441,828 kNm, 0 kNm (runtuh); 1841,66 kNm, 1734,47 kNm, 1047,3 kNm, 0 kNm (runtuh); dan 3597 kNm, 3387,63 kNm, 2045,5 kNm, 0 kNm (runtuh). Bacaan potensial benda uji akan menurun seiring dengan berjalannya waktu pengujian. Pola retak yang terjadi berawal dari daerah pertemuan antara bagian yang terendam kemudian merembet keseluruh bagian benda uji. Derajat keasaman air (pH) akan meningkat seiring dengan jalannya waktu hingga suatu saat keadaan tersebut akan stabil. Benda uji tidak mengalami serangan karbonasi. Kata kunci : beton, baja tulangan, korosi baja tulangan, recycle

Item Type: Thesis (D3)
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Sipil dan Perencanaan
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan > Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan
Depositing User: Margiyanti
Date Deposited: 21 Oct 2016 06:34
Last Modified: 29 Jan 2019 03:06
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/42615

Actions (login required)

View Item View Item