MODEL BIMBINGAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PRIBADI-SOSIAL SANTRI

Diana Septi Purnama, M.Pd. (2007) MODEL BIMBINGAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PRIBADI-SOSIAL SANTRI. [Experiment/Research]

[img]
Preview
Text
Diana_Septi_Purnama.pdf

Download (9kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini beranjak dari adanya kebutuhan akan perlunya bimbingan pribadi-sosial bagi santri di pesantren, sehingga mereka dapat meraih kesuksesan hidup, baik di lingkungan pesan-tren maupun dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. Penelitian ini secara umum dimaksudkan untuk menemukan program bimbingan pribadi-sosial yang efektif bagi santri di pesantren, sedangkan secara khusus diharapkan dapat memperoleh gambaran tentang profil kompetensi pribadi-sosial santri; menemukan program pengembangan kompetensi pribadi sosial santri; dan menguji efektivitas program bimbingan pribadi-sosial santri bagi peningkatan kompetensi pribadi-sosial santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan Riset dan Pengembangan (Research and Development). Subjek penelitiannya adalah para santri Pesantren Babussalam Dago Bandung. Instrumen pengumpulan datanya adalah inventori dan angket. Untuk analisis data kuantitatif digunakan teknik analisis statistik deskriptif, yaitu persentase dan teknik analisis inferensial, yaitu uji t dan untuk data kualitatif digunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitiannya adalah (1) Profil kompetensi pribadi sosial santri di pesantren Babussalam Dago Bandung variatif, tetapi secara umum cukup positif, (2) Pedoman Umum Program Bimbingan pribadi-sosial santri merupakan alternatif yang memadai untuk meningkatkan kompetensi pribadi-sosial santri, (3) Program Bimbingan Pribadi-Sosial Santri terbukti signifikan mampu meningkatkan kompetensi pribadi-sosial santri. Studi ini memiliki implikasi teoritis dan praktis tentang pandangan bimbingan mengenai individu dan model bimbingan pribadi-sosial bagi santri di pesantren. Secara teoretik, studi ini berimplikasi bahwa santri seharusnya lebih dipandang sebagai individu yang unik yang memiliki kebutuhan daripada sebagai individu yang bermasalah, dan bimbingan pribadi-sosial berhubungan dengan hakekat individu yang selalu terdorong untuk mencapai kehidupan bahagia dunia dan akhirat. Secara praktis, studi berimplikasi bahwa model bimbingan pribadi-sosial sangat dibutuhkan untuk mengembangkan kompetensi pribadi-sosial santri. Disarankan sebaiknya ustadz pembina di pesantren mendalami teknik-teknik bimbingan kelompok. Kata kunci: model bimbingan pribadi-sosial, pengembangan kompetensi FIP, 2007 (PPB)

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 21 Jun 2012 01:34
Last Modified: 11 May 2015 01:31
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/398

Actions (login required)

View Item View Item