MODEL NETWORKING SEKOLAH SEBAGAI BASIS PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SSN DAN SBI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Drs. Suhartanta, M.Pd (2010) MODEL NETWORKING SEKOLAH SEBAGAI BASIS PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SSN DAN SBI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. [Experiment/Research]

[img] Text
16_Suhartanta.doc

Download (29kB)

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah menciptakan SMK yang mampu menjaga kualitas pendidikan melalui kemampuan mengembangkan diri (self improvement) sesuai dengan tolok ukur pendidikan. Tujuan khusus penelitian ini adalah menemukan model pengembangan jejaring kerja sama (networking) antara SMK dengan stakeholder yang paling cocok dan baku untuk SMK. Penelitian ini dilakukan di SMK di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni SMK di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, Bantul dan Kota Yogyakarta. Penelitian ini dirancang dilakukan dalam rentang 3 (tiga) tahun. Pada tahun pertama bertujuan untuk: (a) merumuskan model networking sekolah dengan stakeholder sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan; (b) memvalidasi dan mengujicobakan secara terbatas model networking yang sudah dirumuskan. Tahun kedua bertujuan menerapkan secara luas dan menguji model networking dan melihat efektivitasnya. Tahun ketiga bertujuan mensosialisasikan model melalui deseminasi dan publikasi ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development, tahapannya: (a) perumusan model; (b) validasi model; (c) revisi; (d) ujicoba terbatas; (e) revisi; (f) ujicoba luas; (g) revisi; (h) produk akhir; dan (i) deseminasi hasil penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah kalangan dunia kerja, kepala sekolah dan Tim Pengembang SMK. Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini antara lain: 1) Model networking yang dikembangkan melalui penelitian ini efektif dan efisien untuk menjaring data dan informasi kebutuhan lapangan kerja. Dengan pertimbangan waktu yang diberikan hanya 3 minggu, ternyata dapat menjangkau lebih dari 50 perusahaan, dan pihak sekolah dapat membuat tabulasi datanya. Di samping itu, kegiatan ini relatif tidak memerlukan pembiayaan, sehingga memungkinkan untuk dilakukan di SMK di masa yang akan datang; dan 2) Sekolah mulai mampu mengambil keputusan inovatif. Sekolah mampu mengumpulkan data dan informasi yang didapatkan dari lapangan, selanjutnya menterjemahkan dan menjabarkannya dalam bentuk operasional kegiatan. Bila hal ini dapat dikembangkan lebih lanjut pada data dan informasi yang lainnya maka diharapkan sekolah akan lebih responsif terhadap perkembangan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian permasalahan kualitas dan relevansi lulusan akan dapat diatasi; dan 3) Hasil validasi pakar menunjukkan bahwa model networking yang dihasilkan dan telah divalidasi dalam penelitian ini representatif untuk mengembangkan manajemen SMK, khususnya untuk mengelola hubungan antara sekolah dengan stakeholder-nya.

Item Type: Experiment/Research
Subjects: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Teknik & Teknologi > Teknik Otomotif
Divisions: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 08 Aug 2012 18:00
Last Modified: 14 Sep 2012 10:32
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/3305

Actions (login required)

View Item View Item