AKTIVITAS ANTIPLASMODIAL EKSTRAK METANOL BEBERAPA TUMBUHAN OBAT HERBAL SECARA IN VIVO

Dr. Sri Atun, . (2010) AKTIVITAS ANTIPLASMODIAL EKSTRAK METANOL BEBERAPA TUMBUHAN OBAT HERBAL SECARA IN VIVO. [Experiment/Research]

[img] Text
05_Sri_Atun.doc

Download (39kB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiplasmodial dari ekstrak metanol tiga jenis spesies tumbuhan yang dilaporkan sebagai obat herbal antimalaria, yaitu pegagan, meniran, dan pulai. Metode penelitian yang akan dilakukan adalah dengan melakukan eksperimen di laboratorium, yang di awali dengan pemilihan dan pengumpulan tiga jenis sampel tumbuhan tersebut yaitu pegagan, meniran, dan pulai serta dilakukan determinasi di laboratorium Biologi UGM. Selanjutnya dari berbagai jaringan tumbuhan yang biasa digunakan untuk pengobatan, seperti pegagan (semua bagian tumbuhan), meniran (semua bagian tumbuhan), dan pulai (kulit batang), dilakukan ekstraksi secara maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol dari masing-masing spesies tumbuhan dikeringkan dan digunakan untuk uji aktivitas biologi sebagai antiplasmodial secara in vivo. Uji aktivitas antiplasmodial secara in vivo dilakukan dengan cara 4 days suppressive test pada mencit Swiss yang diinfeksi P. berghei. Mencit dibagi menjadi kelompok kontrol (tanpa bahan uji) dan kelompok perlakuan masing-masing menggunakan 5 ekor mencit. Jumlah kelompok perlakuan 5 (lima) sesuai dengan peringkat dosis ekstrak yang digunakan, yaitu 37,25 ; 62,5;125; 250; dan 500 mg/BB. Mencit donor dengan tingkat parasitemia 30-40% diambil dari darah jantungnya, kemudian diencerkan dengan medium RPMI 1640 sedemikian rupa sehingga di dapat inokulum P. berghei sebesar 1 x 107 untuk setiap ekor mencit. Hasil penelitian uji aktivitas antiplasmodial secara in vivo ekstrak metanol kulit batang pulai menunjukkan nilai efektivitas dosis (ED50) sebesar 29,78 mg/BB yang termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan aktivitas antiplasmodial dari ekstrak pegagan dan meniran masing-masing dengan ED50 sebesar 970,29 dan 1018,59 mg/BB, sehingga termasuk dalam kelompok tidak aktif. Dari hasil penelitian ini dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan pulai sebagai obat herbal terstandar antimalaria.

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 07 Aug 2012 23:58
Last Modified: 11 Sep 2012 12:24
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/3170

Actions (login required)

View Item View Item