PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MULTIKULRAL MELALUI MODUL DI SEKOLAH DASAR SEBAGAI SUPLEMEN PELAJARAN IPS

Farida, Hanum, M.Si (2007) PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MULTIKULRAL MELALUI MODUL DI SEKOLAH DASAR SEBAGAI SUPLEMEN PELAJARAN IPS. [Experiment/Research]

[img]
Preview
Text
Farida_Hanum1.pdf

Download (13kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan apresiasi positif siswa terhadap perbedaan kultur di sekolah sebagai landasan meningkatkan kualitas pembelajaran yang memberikan rasa aman, nyaman, dan suasana kondusif bagi siswa selama belajar. Tujuan khusus penelitian sebagai berikut. Tujuan tahap I: (1) peningkatan kemampuan guru SD dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran multikultural; (2) peningkatan ke-mampu¬an kepala sekolah dan komite sekolah dalam manajemen sekolah yang memfasilitasi pembelajaran multikultural; (3) ter¬susunnya draf model pembelajaran multikultural dan manajemen sekolah yang memfasilitasi pembelajaran multikultural. Tujuan tahap II: (1) tersusunnya modul bahan pembelajaran multikultural bagi murid SD; (2) tersusunnya panduan manajemen sekolah yang memfasilitasi pembelajaran multikultural di SD. Tujuan tahap III: (1) terimplementasikan model dan modul pembelajaran multi¬kultu¬ral, serta model dan panduan manajemen sekolah yang mem¬fasilitasi pembelajaran multikultural; (2) terimbaskan model pem-belajaran multikultural dan manajemen sekolah dan ter¬sosialisasi¬kan sebagai bahan rekomendasi kebijakan pendidikan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Pendekatan umum penelitian ini adalah Research and Development (R & D) yang diselesaikan dalam tiga tahap. Tahap pertama, menggunakan pendekatan survei untuk need assessment. Tahap kedua menggunakan pendekatan “coba dan revisi” untuk mengembangkan model dan modul pembelajaran multikultural dan manajemen sekolah. Tahap ketiga, menggunakan pendekatan action research untuk implementasi model dan modul pembelajar¬an multikultural dan manajemen sekolah. Subjek penelitian diambil berdasar unit sekolah, yaitu SD negeri dari 5 kabupaten/kota di DIY. Sampel diambil secara purposive sampling dengan memper-hatikan sekolah yang kondusif untuk pembelajaran multikultural. Tahun pertama, diambil 15 sekolah dengan responden kepala sekolah, guru kelas III dan IV, dan komite sekolah. Pada tahun kedua melibatkan 10 sekolah dengan responden seperti tahun I ditambah murid kelas III dan IV. Pada tahun ketiga menggunakan 25 sekolah dengan responden sama tahun II ditambah unsur dari Dinas Pendidikan Kecamatan, Kabupaten/Kota, dan Propinsi. Pe¬ngumpul¬an data menggunakan angket, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, yang didukung dengan buku catatan dan focus group discussion. Analisis data lebih banyak menggunakan teknik deskriptif untuk menggambarkan perubahan dan perkembangan lang¬kah demi langkah serta keterkaitan antarvariabel untuk men¬dapatkan kesimpulan yang lengkap. Hasil penelitian tahun II adalah sebagai berikut. (1) Model pembelajaran multikultrual terpadu menggunakan modul (PMTM) dapat diterima dan dimantapkan oleh para guru sebagai model pem¬belajaran multikultural yang diterapkan di sekolah yang ter¬integrasi dengan materi ilmu pengetahuan sosial dan didukung dengan modul bahan ajar sebagai suplemen materi yang relevan. (2) Model manajemen pendidikan multikultural berbasis sekolah (MPMkBS) dapat diterima dan dimantapkan oleh kepala sekolah dan komite sekolah sebagai model manajemen untuk mengelola dan menciptakan iklim/suasana kondusif berlangsungnya pem¬belajaran multikultural di SD. (3). Modul pembelajaran multi¬kultural secara umum sudah baik dan layak digunakan untuk pembelajaran di SD khususnya kelas III dan IV, dengan rincian: (a) modul pembelajaran multikultural untuk kelas III SD sudah baik dilihat dari kemudahan modul dipahami, kemudahan bahasa yang dipakai, warna yang digunakan, gambar ilustrasi, kemudahan tulis¬an dibaca, isi materi yang disajikan, bahkan sangat baik untuk aspek cerita yang disajikan dan pembahasan yang ada dalam mo¬dul, sehingga siswa sangat senang menggunakannya; (b) modul pembelajaran multikultural untuk kelas IV SD sudah baik dilihat dari kemudahan modul dipahami, kemudahan bahasa yang dipakai, warna yang digunakan, gambar ilustrasi, isi materi yang disajikan, pembahasan yang ada dalam modul, bahkan sangat baik untuk aspek cerita dan isi materi yang disajikan, sehingga siswa senang meng¬gunakannya. (4) Panduan manajemen multikultural berbasis sekolah secara umum sudah memadai dan dapat dipahami oleh kepala sekolah dan komite sekolah sebagai acuan mengelola atau menciptakan kondisi kondusif untuk pembelajaran multikultural secara optimal. Isi buku panduan sudah baik dan mudah dipahami oleh kepala sekolah dan komite sekolah untuk aspek struktur sajian, keruntutan materi, cakupan/kelengkapan materi, konsistensi pem¬bahas¬an, kejelasan uraian, bahasa, dan contoh-contoh yang disaji¬kan. Kata kunci: multikultural, pembelajaran multikultural, model pembelajaran FIP, 2007 (FILSAFAT & SOSIOLOGI PEND.)

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Pendidikan > Filsafat dan Sosiologi Pendidikan
LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Filsafat dan Sosiologi Pendidikan
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 20 Jun 2012 06:37
Last Modified: 23 Jul 2012 05:51
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/310

Actions (login required)

View Item View Item