Diseminasi Model Pelatihan Respect untuk Mencegah Kekerasan bagi Guru Sekolah Dasar di Daerah Konflik

Ariefa, Efianingrum (2010) Diseminasi Model Pelatihan Respect untuk Mencegah Kekerasan bagi Guru Sekolah Dasar di Daerah Konflik. [Experiment/Research]

[img] Text
12_Ariefa_Efianingrum.doc

Download (32kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiseminasikan model pelatihan respect untuk mencegah kekerasan di Sekolah Dasar. Adapun yang menjadi sasaran adalah para calon guru Sekolah Dasar yang berasal dari Propinsi Kalimantan Barat, meliputi tiga Kabupaten: Ketapang, Landak, dan Melawi. Pelatihan respect merupakan salah satu alternatif yang mungkin dan dapat ditawarkan untuk menjawab permasalahan kekerasan dan konflik bangsa. Penelitian ini merupakan lanjutan dari Penelitian Strategis Nasional tahun 2009, yang merupakan penelitian pengembangan (Development Research) dengan pendekatan Four-D model for instructional development (Thiagarajan). Adapun keempat tahap tersebut adalah: Define, Design/desain, Develop/pengembangan, dan Disseminate/diseminasi. Pada tahun pertama telah dikembangkan model pelatihan respect dengan evaluasi model Kirk Patrick. Secara umum, ujicoba pelatihan respect telah terlaksana pada tahun 2009 dengan menggunakan modul pelatihan respect. Respon peserta sangat positif terhadap ujicoba pelatihan respect, karena memberikan wawasan tentang konsep dan bentuk-bentuk bullying (kekerasan), serta dampak negatifnya bagi korban. Dengan adanya pemahaman tentang bahaya bullying, para peserta dapat merasakan pentingnya respect untuk mencegah kekerasan di sekolah. Untuk menjaga kontinuitas, efektivitas, dan keberhasilan program pencegahan kekerasan (prevention strategy), telah dilakukan diseminasi model pelatihan respect bagi khalayak sasaran yang lebih luas pada tahun 2010, dan menjangkau calon guru Sekolah Dasar yang berasal dari daerah konflik yang diharapkan dapat menjadi agen diseminasi respect di daerah asal. Pelatihan respect ini menggunakan modul yang telah dikembangkan sebelumnya (pada tahun pertama), namun belum dikemas secara final. Berdasarkan pertimbangan tersebut, dilakukan pengemasan akhir modul pelatihan respect (final packaging) mengacu pada evaluasi program pelatihan. Selain itu juga dibuat pin/bros dan T-shirt/kaos untuk mensosialisasikan respect sebagai salah satu strategi mencegah kekerasan kepada warga sekolah.

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Pendidikan > Filsafat dan Sosiologi Pendidikan
LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 20 Jun 2012 06:06
Last Modified: 06 Aug 2012 07:23
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/286

Actions (login required)

View Item View Item