MODEL INSTITUSIONALISASI “RESPECT” UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH PRO-RESPECT DI SEKOLAH DASAR BERESIKO KEKERASAN

Ariefa, Efianingrum (2011) MODEL INSTITUSIONALISASI “RESPECT” UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH PRO-RESPECT DI SEKOLAH DASAR BERESIKO KEKERASAN. Artikel Hibah Kompetitif Penelitian Strategis Nasional.

[img] Text
ARTIKEL STRANAS.doc

Download (141kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melembagakan/institusionalisasi respect dalam mewujudkan sekolah pro-respect di sekolah dasar beresiko kekerasan. Adapun yang menjadi sasaran adalah segenap warga/komponen sekolah di 3 Sekolah Dasar beresiko kekerasan yang berada di Kabupaten Sleman Provinsi DIY. Institusionalisasi respect melalui in-house training pada level sekolah merupakan salah satu alternatif yang dapat ditawarkan untuk menjawab permasalahan kekerasan/bullying di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan lanjutan dari Penelitian Strategis Nasional tahun 2010, yang merupakan penelitian pengembangan (Development Research) dengan pendekatan Four-D model for instructional development (Thiagarajan). Adapun keempat tahap tersebut adalah: Define, Design/desain, Develop/pengembangan, dan Disseminate/diseminasi. Pada tahun 2009 telah dikembangkan model pelatihan respect dengan evaluasi model Kirk Patrick dan pada tahun 2010 telah dilaksanakan diseminasi pelatihan respect bagi gru sekolah dasar di daerah konflik. Secara umum, ujicoba dan diseminasi pelatihan respect telah terlaksana dengan menggunakan modul pelatihan respect yang telah dikembangkan. Respon peserta sangat positif terhadap ujicoba pelatihan respect maupun diseminasi pelatihan respect karena memberikan wawasan tentang pentingnya respect untuk mencegah kekerasan di sekolah. Untuk menjaga kontinuitas, efektivitas, dan keberhasilan program pencegahan kekerasan (prevention strategy), dilakukan pelembagaan/institusionalisasi respect untuk mewujudkan sekolah pro-respect di sekolah dasar beresiko kekerasan. Institusionalisasi respect dilakukan melalui in-house training menggunakan modul pelatihan respect dan buku panduan sekolah pro-respect. Selanjutnya dilakukan workshop sekolah untuk menyusun action plan dalam upaya mewujudkan perubahan di sekolah. Action plan yang disusun bersama-sama oleh segenap warga/komponen sekolah diimplementasikan dan dievaluasi pada aspek hasil maupun dampaknya. Untuk menjamin kontinuitas program, perlu dirancang pembentukan forum guru pro-respect/anti kekerasan.

Item Type: Article
Additional Information: Laporan Penelitian Hibah Kompetitif Penelitian Strategis Nasional 2011
Uncontrolled Keywords: institusionalisasi, respect, beresiko, kekerasan
Subjects: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Depositing User: LPPM UNY
Date Deposited: 15 Sep 2015 03:06
Last Modified: 15 Sep 2015 03:06
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/26226

Actions (login required)

View Item View Item