PENERAPAN MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN KERAJINAN BATIK DI SMALB TUNARUNGU BHAKTI PERTIWI PRAMBANAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Achidatun, Umi Nur (2014) PENERAPAN MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN KERAJINAN BATIK DI SMALB TUNARUNGU BHAKTI PERTIWI PRAMBANAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Umi Nur Achidatun 09206241016.pdf

Download (10MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk media visual apa yang sesuai dalam pembelajaran batik pada anak tunarungu. Mendeskripsikan penerapan media visual tersebut dalam pembelajaran batik pada anak tunarungu. Mendeskripsikan hasil penerapan media visual tersebut dalam pembelajaran batik pada anak tunarungu. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan melalui dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa tunarungu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara, tes perbuatan, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisa data dengan teknik deskriptif kualitatif. Media visual yang sesuai dalam pembelajaran batik pada anak tunarungu adalah dengan media visual berupa gambar poster, contoh karya dan memberikan contoh secara langsung. Penerapan media visual pada tindakan siklus I melalui beberapa prosedur: melakukan penjajagan atau tanya jawab alat-alat batik, mengerjakan karya yaitu persiapan bahan oleh siswa, memotong bahan, mendisain dengan penerapan media visual. Tindakan pada siklus II yaitu : guru memperlihatkan contoh batik yang sudah jadi, pemberian contoh langsung (demonstrasi) kepada siswa di ruang praktek serta pengawasan membimbing dari awal dan selama proses pembuatan hasil karya dengan penerapan media visual berupa gambar yang tertempel di tembok maupun media visual benda asli. Hasil penerapan media visual tersebut adalah meningkatnya prestasi belajar kerajinan batik, subjek yang sebelumnya mendapat tidakan pada siklus I mendapatkan perolehan nilai 57,40% artinya subjek memiliki prestasi yang sangat kurang, setelah mendapatkan tindakan siklus I perolehan nilai menjadi 70,37% artinya subjek memiliki prestasi yang cukup, setelah memdapatkan tindakan pada siklus II menjadi 85,18% artinya subjek memiliki prestasi yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan media visual berupa gambar poster, contoh karya dan memberikan contoh secara langsung dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SMALB tunarungu.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk media visual apa yang sesuai dalam pembelajaran batik pada anak tunarungu. Mendeskripsikan penerapan media visual tersebut dalam pembelajaran batik pada anak tunarungu. Mendeskripsikan hasil penerapan media visual tersebut dalam pembelajaran batik pada anak tunarungu. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan melalui dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa tunarungu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara, tes perbuatan, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisa data dengan teknik deskriptif kualitatif. Media visual yang sesuai dalam pembelajaran batik pada anak tunarungu adalah dengan media visual berupa gambar poster, contoh karya dan memberikan contoh secara langsung. Penerapan media visual pada tindakan siklus I melalui beberapa prosedur: melakukan penjajagan atau tanya jawab alat-alat batik, mengerjakan karya yaitu persiapan bahan oleh siswa, memotong bahan, mendisain dengan penerapan media visual. Tindakan pada siklus II yaitu : guru memperlihatkan contoh batik yang sudah jadi, pemberian contoh langsung (demonstrasi) kepada siswa di ruang praktek serta pengawasan membimbing dari awal dan selama proses pembuatan hasil karya dengan penerapan media visual berupa gambar yang tertempel di tembok maupun media visual benda asli. Hasil penerapan media visual tersebut adalah meningkatnya prestasi belajar kerajinan batik, subjek yang sebelumnya mendapat tidakan pada siklus I mendapatkan perolehan nilai 57,40% artinya subjek memiliki prestasi yang sangat kurang, setelah mendapatkan tindakan siklus I perolehan nilai menjadi 70,37% artinya subjek memiliki prestasi yang cukup, setelah memdapatkan tindakan pada siklus II menjadi 85,18% artinya subjek memiliki prestasi yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan media visual berupa gambar poster, contoh karya dan memberikan contoh secara langsung dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SMALB tunarungu.
Subjects: Seni dan Budaya > Seni Rupa
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: Admin Pendidikan Seni Rupa FBS
Date Deposited: 15 Jun 2015 06:56
Last Modified: 15 Jun 2015 06:56
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/20615

Actions (login required)

View Item View Item