EKSISTENSI JEMAAH AHMADIYAH INDONESIA (JAI) DI YOGYAKARTA PASCA SKB 3 MENTERI TAHUN 2008 TENTANG AHMADIYAH

Ikhtiyarini, Pratina (2012) EKSISTENSI JEMAAH AHMADIYAH INDONESIA (JAI) DI YOGYAKARTA PASCA SKB 3 MENTERI TAHUN 2008 TENTANG AHMADIYAH. S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Other (FIS Digital)
Skripsi Full 08413241026.swf - Accepted Version

Download (2MB)
Official URL: http://library.fis.uny.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Yogyakarta pasca dikeluarkannya SKB 3 Menteri tahun 2008 tentang Ahmadiyah, dan interaksinya dengan masyarakat. JAI adalah gerakan Islam yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad yang secara singkat ajarannya sedikit berbeda dengan Islam pada umumnya, seperti tafsir istilah nabi. Keberadaan JAI menimbulkan kontroversi dalam masyarakat muslim, sehingga akhirnya pemerintah mengeluarkan SKB 3 Menteri tahun 2008 tentang Ahmadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode indepth interview (wawancara mendalam). Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, yakni pengambilan data dari informan yang telah dikriteriakan sebelumnya. Kriteria tersebut adalah para pengurus JAI dan anggotanya serta masyarakat non JAI yang tinggal di lingkungan JAI Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dilakukan secara partisipan, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan, bahwa (1) eksistensi atau keberadaan JAI di Indonesia sudah ada sejak tahun 1926 dan telah mempunyai badan hukum yang sah. Sedangkan eksistensi JAI Yogyakarta pasca dikeluarkannya SKB 3 Menteri tahun 2008 tentang Ahmadiyah adalah stagnan tak ada perubahan yang signifikan. Strategi bertahan yang diterapkan dalam menjaga eksistensi tersebut adalah dengan mengoptimalisasikan system organisasi dalam JAI. Sistem tersebut terbagi dalam dua lajur, yang pertama lajur manajemen yang mengatur jalannya berbagai kegiatan dalam JAI. Kedua, lajur kemubalighan yang berperan dalam penguatan keimanan agar tetap terjaga dalam JAI. (2) Interaksi yang berlangsung di antara penganut JAI dengan masyarakat masih kurang, karena mereka hanya melakukan kegiatan bersama pada saat momen-momen tertentu saja. Masyarakat sekitar juga cenderung tak terlalu memperdulikan keberadaan JAI. Kata Kunci: JAI, SKB 3 Menteri 2008, Yogyakarta.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Umum > Penelitian
Filsafat. Psikologi. Agama > Agama
Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Ilmu Sosial > Multikultural
Ilmu Sosial > Sosiokultural
Filsafat. Psikologi. Agama > Studi Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Admin Pendidikan Sosiologi FIS
Date Deposited: 13 Apr 2015 01:22
Last Modified: 26 Oct 2015 01:19
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/15973

Actions (login required)

View Item View Item