ASPEK KEKERASAN BERUPA PELANGGARAN HAM DI EKS-TIMOR TIMUR DALAM KARYA SASTRA INDONESIA SEBAGAI REFLEKSI KONDISI SOSIAL POLITIK

Nurhadi, S. Pd., M. Hum. (2007) ASPEK KEKERASAN BERUPA PELANGGARAN HAM DI EKS-TIMOR TIMUR DALAM KARYA SASTRA INDONESIA SEBAGAI REFLEKSI KONDISI SOSIAL POLITIK. [Experiment/Research]

[img]
Preview
Text
Nurhadi.pdf

Download (10kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) aspek-aspek kekerasan yang terdapat dalam cerpen-cerpen pada Antologi Saksi Mata; (2) aspek-aspek kekerasan yang terdapat dalam novel Jazz, Parfum dan Insiden; (3) kondisi sosial politik yang menjadi latar belakang aspek kekerasan di Eks-Timor Timur dalam kedua karya fiksi tersebut; (4) mendeskripsikan kemungkinan karya-karya fiksi tersebut dapat melakukan formasi terhadap masyarakat. Subjek penelitian ini yaitu antologi cerpen Saksi Mata dan novel Jazz, Parfum dan Insiden. Kedua karya fiksi tersebut merupakan karya Seno Gumira Ajidarma. Saksi Mata diterbitkan pertama kali pada 1994 oleh Penerbit Bentang, Yogyakarta; sementara Jazz, Parfum dan Insiden pertama kali diterbitkan pada 1996 juga oleh Penerbit Bentang. Antologi cerpen Saksi Mata terdiri atas 13 cerpen (yang kemudian ditambah dengan tiga cerpen pada edisi ke-2 tahun 2002). Penelitian ini mempergunakan buku Saksi Mata terbitan 2002 dan Jazz, Parfum dan Insiden terbitan 2004. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Sementara analisis yang dipakai yaitu berupa kajian isi atau analysis content. Untuk keabsahan data dalam penelitian ini dipergunakan teknik validitas semantis. Untuk tingkat reliabilitasnya dipergunakan teknik reliabilitas intra-rater. Berdasarkan uraian pembahasan dapat disimpulkan sejumlah hal berikut: (1) aspek-aspek kekerasan yang dijadikan tema utama dalam cerpen-cerpen Saksi Mata antara lain yaitu: pembunuhan, penyiksaan, penculikan, pemerkosaan dan sejumlah kekerasan lain yang terjadi akibat peperangan atau daerah konflik; (2) aspek-aspek kekerasan yang terdapat dalam novel Jazz, Parfum dan Insiden antara lain itu pembunuhan, penyiksaan, penculikan, pemerkosaan dan sejumlah kekerasan lain yang terjadi akibat peperangan atau daerah konflik; (3) kondisi sosial politik yang menjadi latar belakang aspek kekerasan berupa berupa pelanggaran hak asasi manusia dari antologi cerpen Saksi Mata dan roman Jazz Parfum & Isiden yaitu Insdien Dili 12 November 1991 di kuburan Santa Cruz dan kondisi pendudukan Timor Timur secara umum; (4) kedua karya fiksi Seno Gumira Ajidarma tersebut telah berperan secara formatif terhadap kesadaran pembaca akan sejumlah tindak kekerasan aparat negara atas pendudukan Timor Timur oleh pemerintahan Orde Baru yang cenderung otoriter militeristik sehingga kedua karya ini secara tidak langsung turut memberikan andil atas kejatuhan pemerintahan Orde Baru dan kemerdekaan Timor Leste. Kata-kata kunci: kekerasan, Timor Timur, peran formatif karya sastra FBS, 2007 (PEND. BHS & SASTRA INDONESIA)

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa dan Sastra Indonesia
LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 29 Jun 2012 06:10
Last Modified: 12 Sep 2012 16:00
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/1264

Actions (login required)

View Item View Item