Pengembangan Model Pembelajaran Unggah-Ungguh Basa Jawi Berbasis Permainan Bahasa untuk Siswa SMP.

Sukoyo, Joko and Nurhayati, Endang (2020) Pengembangan Model Pembelajaran Unggah-Ungguh Basa Jawi Berbasis Permainan Bahasa untuk Siswa SMP. S3 thesis, Program Pascasarjana.

[img]
Preview
Text
disertasi-joko sukoyo-16705261001.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap padanan kosakata ngoko, krama, dan krama inggil masih lemah, siswa sering salah dalam menerapkan unggah-ungguh basa Jawi, siswa belum lancar berbicara menggunakan bahasa Jawa krama, siswa kurang termotivasi mengikuti pembelajaran, banyak guru menggunakan model pembelajaran konvensional, dan lingkungan keluarga dan masyarakat kurang mendukung siswa menguasai unggah-ungguh basa Jawi. Berdasarkan kenyataan tersebut dilakukanlah penelitian ini. Penelitian bertujuan mengembangkan model pembelajaran unggah-ungguh basa Jawi berbasis permainan bahasa dan menguji efektivitas model tersebut. Penelitian ini mengadaptasi model penelitian dan pengembangan ADDIE oleh Branch (2009) dengan langkah-langkah analyze, design, develop, implement dan evaluate. Penelitian dilakukan di Jawa Tengah, dengan subjek guru dan siswa SMP. Data dikumpulkan melalui dokumen, wawancara, dan observasi serta menggunakan angket dan tes, dan dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran unggah-ungguh basa Jawi berbasis permainan bahasa yang dilandasi pada dua filsafat, yaitu gabungan antara filsafat pendidikan dan filsafat bahasa. Filsafat pendidikan yang dijadikan dasar adalah filsafat progresivisme, sedangkan filsafat bahasa yang dijadikan dasar adalah filsafat analitik. Model yang dikembangkan tersebut diberi nama model “Pasinaon Tugu Macan”, yang berasal dari akronim, “Tugu” (Trampil Unggah-Ungguh) dan “Macan” (Mawi Cara Dolanan). Model tersebut memiliki komponen- komponen, yaitu sintagmatik, sistem sosial, sistem pendukung, prinsip reaksi, dampak instruksional dan dampak dampak pengiring. Sintagmatik model pembelajaran “Tugu Macan” terdiri dari pambuka, andharan materi pasinaon, nyamektakaken pirantos dolanan, andharan tata lampahipun dolanan, gladhen tembung, gladhen ukara, damel cengkorongan pacelathon, nindakaken pacelathon, penilaian, dan refleksi. Model yang dikembangkan tersebut efektif dalam pembelajaran unggah-ungguh basa Jawi, seperti terlihat dari perbedaan hasil tes siswa yang menggunakan model tersebut dan yang tidak menggunakannya. Hasil nilai rata-rata siswa yang diajar menggunakan model tersebut sebesar 72,6, sedangkan nilai rata-rata siswa yang diajar dengan model yang lain sebesar 64,5. Selanjutnya untuk membuktikan apakah perbedaan tersebut signifikan atau nyata, maka ditafsirkan melalui output independent sample T test yang dianalisis menggunakan bantuan SPSS. Hasil output independent sample T test menunjukkan bahwa signifikansi (sig.2-tailed) sebesar 0,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar unggah-ungguh basa Jawi yang signifikan antara kelas yang diajar dengan model yang dikembangkan tersebut dan kelas yang diajar dengan model lain.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: model, permainan bahasa, siswa, unggah-ungguh basa Jawi
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa Jawa > Bahasa Jawa
Divisions: Program Pascasarjana > Ilmu Pendidikan Bahasa
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 29 Apr 2021 07:12
Last Modified: 29 Apr 2021 07:12
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/70536

Actions (login required)

View Item View Item