PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI BALAI PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL WANITA YOGYAKARTA

Lisa Hendhika Utami, Lisa (2017) PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI BALAI PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL WANITA YOGYAKARTA. S1 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.

[img] Text
Azis MH Wief Hanif_10102244013_0.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) Peran pekerja sosial dalam pemberdayaan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), (2) Penggunaan metode dalam pekerjaan sosial bagi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), (3) Faktor pendukung dan penghambat pekerja sosial dalam pemberdayaan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Yogyakarta yang beralamat di Cokrobedug, Sidoarum, Godean, Sleman. Subyek penelitian ini adalah pekerja sosial dengan informan pekerja sosial, pengurus, pramu sosial, dan klien. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pekerja sosial memiliki alasan dalam melakukan pemberdayaan, yaitu korban perlu bertahan hidup dan perlu mendapatkan perlindungan, pengalaman, ilmu, dan keterampilan. Peran Pekerja Sosial dalam pemberdayaan korban yaitu sebagai konselor, motivator, mediator, pelindung, educator, dan fasilitator. Peranan pekerja sosial berpengaruh pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik klien (2) Metode yang digunakan pekerja sosial meliputi metode bimbingan sosial perorangan (social case work) dan metode bimbingan sosial kelompok (social group work), (3) Faktor pendukung pekerja sosial, yaitu kerjasama dengan lembaga terkait, keterlibatan dan kesadaran klien. Faktor penghambat pekerja sosial, yaitu karakter klien yang tertutup, keterbatasan jumlah pekerja sosial, dan shelter yang telah terpublikasi. Keberadaan pekerja sosial mampu meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Berdasarkan temuan yang telah disebutkan, maka perlu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan peran pekerja sosial. Kata kunci: Peran Pekerja Sosial, Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Admin Pendidikan Luar Sekolah FIP
Date Deposited: 28 Jul 2017 02:39
Last Modified: 30 Jan 2019 14:40
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/51264

Actions (login required)

View Item View Item