PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SATPAM (SATUAN PENGAMANAN) DI GARDA TOTAL SECURITY YOGYAKARTA

Rosida Dwi Fitriani, Rosida (2017) PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SATPAM (SATUAN PENGAMANAN) DI GARDA TOTAL SECURITY YOGYAKARTA. S1 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.

[img] Text
Rosida Dwi Fitriani_131202244002.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan SATPAM dilihat dari (1) implementasi pendidikan dan pelatihan SATPAM, (2) Output pelaksanaan diklat, (3) upaya garda total security dalam menyalurkan alumni ke lapangan kerja, (4) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program, (5) upaya meminimalisir hambatan dan mengoptimalkan dukungan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan satuan pengamanan di BUJP Garda Total Security Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola, instruktur, dan peserta diklat, pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam melakukan penelitian yang dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi pendidikan dan pelatihan (diklat)satuan pengamanan yaitu (a) perencanaan: berdasarkan perencanaan kurikulum tidak diadakan perencanaan karena sudah turun dari pemerintah pusat (b) pelaksanaan: pelaksanaan dilihat dari kurikulum, peserta diklat, pengelola, keuangan, sarana dan prasarana, sudah memenuhi syarat sesuai dengan peraturan POLRI nomor 24 tahun 2007 (2) output pendidikan dan pelatihan dapat dilihat dari perubahan sikap, pengetahuan serta ketrampilan dalam bidang pengamanan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan peserta didik mampu mengerjakan tes tertulis dan menjalankan tes praktik (3) upaya yang dilakukan garda total security dalam menyalurkan lulusan ke lapangan kerja dapat dilihat dari benyaknya mitra yang sudah bekerja sama dengan GTS, serta jumlah lulusan yang sudah bekerja setelah menempuh pendidikan dan pelatihan SATPAM, dari sekian banyak peserta didik hanya terdapat 40% yang belum memiliki pekerjaan, hal tersebut karena mereka tidak ingin ditempatkan. (4) faktor pendukung yaitu: dukungan dari karyawan, instruktur, polres setempat, peserta pendidikan dan pelatihan serta sarana dan prasarana yang ada. Faktor penghambat yaitu: kurangnya koordinasi yang baik sehingga terjadinya salah paham, fasilitas MCK di Pusan pendidikan dan pelatihan Purworejo yang kurang memadai. Kata kunci: pendidikan dan pelatihan (diklat), SATPAM, Garda Total Security

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Admin Pendidikan Luar Sekolah FIP
Date Deposited: 27 Jul 2017 01:32
Last Modified: 30 Jan 2019 14:38
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/51202

Actions (login required)

View Item View Item