Manajemen Pengelolaan Laboratorium Tata Rias dan Kecantikan di SMK Negeri 6 Semarang

Karnelis, Trisna Anggun Shinta (2014) Manajemen Pengelolaan Laboratorium Tata Rias dan Kecantikan di SMK Negeri 6 Semarang. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-trisna-anggun-shinta-karnelis-12703251014.swf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fungsi- fungsi manajemen laboratorium tata rias dan kecantikan di SMK Negeri 6 Semarang yang meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan; faktor pendukung; faktor hambatan; dan cara mengatasi hambatan tersebut. Penelilian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tempat penelitian adalah SMK Negeri 6 Semarang. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Ketua Program Keahlian Tata Rias dan Kecantikan, Ketua Laboratorium Kecantikan, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diukur dengan uji kredibilitas dan konfirmabiliti. Uji kredibilitas data dengan cara triangulasi sumber, meningkatkan ketekunan, dan member check. Teknik analisis yang digunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman melalui langkah pengumpulan, penyajian, reduksi, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Perencanaan dilaksanakan pada rapat awal tahun yang meliputi: a) penyusunan program, b) pendayagunaan laboratorium, dan c) pendanaan. (2) Pengorganisasian laboratorium tata rias meliputi: a) tujuan, b) struktur organisasi, dan c) job description pada seluruh personil yang terlibat dalam struktur organisasi. (3) Pelaksanaan laboratorium tata rias meliputi: a) penataan, b) penyimpanan, c) administrasi, d) pengamanan, e) pemeliharaan dan perawatan, f) penghapusan sarana prasarana, dan g) penggunaan sarpras. (4) Pengawasan laboratorium tata rias meliputi: a) pengawasan terhadap program kegiatan oleh kepala sekolah dalam mengevaluasi kinerja personil laboratorium secara prosedural melalui rapat bulanan dan tahunan serta kunjungan yang dilakukan secara langsung di laboratorium tata rias dan kecantikan, dan b) pelaporan baik tertulis maupun lisan. (5) Faktor pendukung meliputi: a) kerjasama yang baik, dan b) perawatan secara rutin dan berkala. (6) Faktor hambatan meliputi: a) keterbatasan sumber daya manusia, b) keterbatasan dana, c) keterbatasan luas ruang, d) kebutuhan jumlah peralatan tidak sesuai dengan jumlah siswa, dan e) sistem administrasi yang kurang baik. Cara mengatasi hambatan belum ditanggapi oleh pihak sekolah. Masalah-masalah yang ada di laboratorium ditanggapi dengan menggunakan strategi yang dilakukan oleh program keahlian tata rias dan kecantikan, bersama-sama dengan ketua program keahlian, ketua laboratorium, guru dan siswa.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: laboratorium tata rias dan kecantikan, manajemen
Subjects: Pendidikan > Manajemen Pendidikan
Pendidikan > Pendidikan Kejuruan
Divisions: Program Pascasarjana > Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 57 not found.
Date Deposited: 12 Mar 2016 10:19
Last Modified: 29 Jan 2019 08:04
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/30271

Actions (login required)

View Item View Item