TANGGAPAN PKL TERHADAP RELOKASI TEMPAT USAHA KE PUSAT KULINER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI (studi kasus di Kota Magelang)

MURTI, ANGGORO BUANA PRAJA (2015) TANGGAPAN PKL TERHADAP RELOKASI TEMPAT USAHA KE PUSAT KULINER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI (studi kasus di Kota Magelang). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Other (FIS Digital)
Copy of SKRIPSI_ANGGORO BPM_11405241028.swf - Accepted Version

Download (5MB)
[img] Text (FIS Digital)
SKRIPSI_ANGGORO BPM_11405241028.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tanggapan PKL terhadap kebijakan relokasi tempat usaha ke pusat kuliner. (2) Kesesuaian lokasi baru sebagai tempat usaha. (3) Dampak relokasi tempat usaha terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang kuliner. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang kaki lima yang berjualan di pusat kuliner Kota Magelang yang berjumlah 236 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 pedagang diambil dengan menggunakan Rumus Slovin. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data meliputi editing, koding, dan tabulasi. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tanggapan PKL terhadap kebijakan relokasi tempat usaha ke pusat kuliner, yaitu 90% responden setuju terhadap kebijakan tersebut. 2) kesesuaian lokasi sebagai tempat usaha sebelum dan sesudah direlokasi ke pusat kuliner, yaitu jarak tempat tinggal ke tempat usaha relatif dekat dan mudah dijangkau. 3) Dampak relokasi tempat usaha terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang. a) faktor sosial sebelum dan sesudah direlokasi ke pusat Kuliner yaitu, 88,57% responden di tempat lama dan 92,86% di tempat baru berinteraksi dengan cara obrolan santai kurang dari 15 menit, 81,43% responden tidak nyaman saat berjualan di tempat lama, 68% menjumpai permasalahan di tempat lama, 64,29% tidak dapat maju di tempat usaha lama. b) faktor ekonomi sebelum dan sesudah direlokasi ke pusat kuliner yaitu: Di tempat usaha lama, sebanyak 41,43 persen responden memiliki pendapatan antara Rp. 2.880.001 – Rp. 4.320.000. Di tempat usaha baru, sebanyak 30 persen responden memiliki pendapatan antara Rp. 2.700.000 – Rp. 4.050.000. Pendapatan rata-rata pedagang di tempat usaha lama sebesar Rp. 3.578.957, sedangkan pendapatan rata-rata pedagang di tempat usaha baru sebesar Rp. 4.045.071. Terdapat kenaikan pendapatan rata-rata per bulan pedagang kuliner di tempat usaha baru jika dibandingkan dengan pendapatan sewaktu berjualan di tempat usaha yang lama. Kata Kunci: pedagang kuliner, relokasi tempat usaha, kondisi sosial ekonomi.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Geografi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial, Hukum dan Ilmu Politik (FISHIPOL) > Pendidikan Geografi
Depositing User: Admin Pendidikan Geografi FIS
Date Deposited: 12 Aug 2015 08:42
Last Modified: 30 Jan 2019 01:48
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/24796

Actions (login required)

View Item View Item