PERANAN Mr. ASSAAT DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (1946-1951)

Desmira Feri Susanti, . (2015) PERANAN Mr. ASSAAT DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (1946-1951). S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI DESMIRA FERI SUSANTI (11406241041).pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

Mr. Assaat adalah salah satu tokoh pejuang Republik Indonesia masa kemerdekaan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Mr. Assaat, (2) untuk mengetahui peranan Mr. Assaat sebagai Ketua BPKNIP tahun 1946-1949, dan (3) untuk mengetahui peranan Mr. Assaat sebagai Pemangku Jabatan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri tahun 1949-1951. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Kuntowijoyo. Langkah-langkahnya yaitu, (1) penentuan topik penelitian, (2) heuristik atau pengumpulan sumber maupun data yang relevan dengan topik penelitian, (3) verifikasi atau kritik sumber (4) interpretasi atau menafsirkan datadata yang ada dalam sumber, (5) historiografi atau penulisan hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Mr. Assaat adalah salah satu tokoh pejuang bangsa Indonesia yang berasal dari Minangkabau di Sumatera Barat. (2) Mr. Assaat ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia bersama tokoh-tokoh lainnya melalui badan legislatif Indonesia saat itu, yaitu KNIP dan Badan Pekerjanya. Beliau terpilih sebagai ketuanya pada tahun 1946 dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi negara Indonesia yang baru saja merdeka, seperti pemberontakan dalam negeri maupun permasalahan dengan Belanda. (3) Saat Indonesia berubah menjadi negara federal setelah persetujuan KMB tahun 1949, Mr. Assaat dilantik sebagai Pemangku Jabatan Presiden Republik Indonesia sebagai salah satu negara bagian Republik Indonesia Serikat. Peranannya adalah mengisi kekosongan pemerintah Republik Indonesia, pencetus ide membangun Masjid Syuhada sebagai simbol perjuangan rakyat Yogyakarta dan salah satu tokoh yang berjuang mengembalikan bentuk negara Indonesia menjadi kesatuan. Setelah jabatannya dilepaskan, Mr. Assaat menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Kabinet Natsir tahun 1950-1951 dan menyelesaikan beberapa masalah dalam negeri seperti di Aceh dan Sumatera Tengah. Kata kunci: Mr. Assaat, BPKNIP, Pemangku Jabatan Presiden, Menteri Dalam Negeri, 1946-1951.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial, Hukum dan Ilmu Politik (FISHIPOL) > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 07 Jul 2015 01:24
Last Modified: 30 Jan 2019 00:48
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/22746

Actions (login required)

View Item View Item