DINAMIKA TIONGHOA ISLAM PASCA REFORMASI DI YOGYAKARTA (1998-2010)

Fauzi, Nurali Ahmad (2013) DINAMIKA TIONGHOA ISLAM PASCA REFORMASI DI YOGYAKARTA (1998-2010). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img]
Preview
Text
Halaman Depan 07.07.042 Nur D.pdf

Download (393kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK 07.07.042 Nur D.pdf

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1 07.07.042 Nur D.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 2 07.07.042 Nur D.pdf

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 3 07.07.042 Nur D.pdf

Download (293kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 4 07.07.042 Nur D.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 5 07.07.042 Nur D.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka 07.07.042 Nur D.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lampiran 07.07.042 Nur D.pdf

Download (633kB) | Preview

Abstract

Negara Indonesia terdiri dari berbagai kebudayaan, salah satunya Tionghoa, baik yang beragama Islam maupun non Islam. Tionghoa yang notabene kebudayaan dari luar ini telah lama kita kenal. Tidak ada catatan pasti kapan masuknya Tionghoa ke Indonesia baik yang beragam Islam maupun non Islam. Menurut Kong Yuanzhi, kontak antara penduduk Cina dan Kepulaun Nusantara (Indonesia) sudah terjadi sejak zaman dinasti Tang, dinasti Ming, dan dinasti Qing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) latar belakang masuknya etnis Tionghoa di Yogyakarta, (2) keadaan etnis Tionghoa Islam sebelum reformasi 1998, dan (3) keadaan etnis Tionghoa Islam di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik pasca reformasi di Yogyakarta. Metode dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian sejarah kritis yang terdiri dari empat langkah. Pertama adalah heuristik, yaitu menghimpun sumber-sumber baik dengan mengkaji buku-buku yang relevan serta wawancara dengan beberapa pihak. Langkah kedua adalah kritik sumber dimana penulis meneliti sumber yang diperoleh baik secara ekstern maupun intern sehingga diperoleh data yang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah dilakukan kritik sumber, tahap ketiga yaitu menafsirkan secara analisis atau sintetis dari bahan yang telah diperoleh sebagai tahap interpretasi. Tahap keempat adalah historiografi (penyajian), dimana pada bagian ini penulis menyajikan hasil penafsiran tersebut secara kronologis dan deskriptif analitis dalam bentuk karya sejarah. Berdasarkan masalah yang dikaji dalam penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, yang melatarbelakangi masuknya etnis Tionghoa yaitu etnis Tionghoa mengharapkan kehidupan yang lebih baik dengan cara beralih profesi dalam bidang perdagangan dan Sultan Yogyakarta memberikan otoritas terhadap rakyatnya sehingga mereka merasa terlindungi. Kedua, keadaan etnis Tionghoa sebelum reformasi 1998 sering kali mengalamai tindakan diskriminatif sehingga menjadi terpinggirkan dan mengalami pergolakan hidup. Ketiga, keadaan etnis Tionghoa pasca reformasi dalam bidang sosial yaitu mereka menjadi bisa berbaur dengan masyarakat pribumi, dalam bidang ekonomi cenderung meningkat karena sudah tidak ada diskriminasi perekonomian, dalam bidang budaya mereka dapat mengekspresikan kebudayaannya di depan publik, dan dalam bidang politik mereka sudah diperbolehkan terjun langsung dalam dunia politik. Kata Kunci : Tionghoa Islam, Pasca Reformasi, Yogyakarta, 2008-2010

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Umum > Penelitian
Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial, Hukum dan Ilmu Politik (FISHIPOL) > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 05 May 2015 04:01
Last Modified: 29 Jan 2019 22:03
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/18156

Actions (login required)

View Item View Item