Adipati Paku Alam VIII: Penjabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 1988-1998

Kurniawan, Dhani (2015) Adipati Paku Alam VIII: Penjabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 1988-1998. S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Other (FIS Digital)
Skripsi Full 10406241003 Dhani Kurniawan.swf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Setelah wafatnya Sultan Hamengku Buwono IX pemerintah pusat menunjuk Adipati Paku Alam VIII sebagai penjabat gubernur tanpa batas waktu tertentu. Beliau menjabat sampai akhir hanyatnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang kehidupan pribadi Adipati Paku Alam VIII; (2) mengetahui latar belakang ditetapkannya Adipati Paku Alam VIII sebagai Penjabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta; (3) mengetahui peran Adipati Paku Alam VIII sebagai Penjabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta 1988-1998. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode sejarah kritis Kuntowijoyo, yang meliputi proses pemilihan topik, pencarian sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi dan terakhir penulisan (historiografi). Pemilihan topik adalah tahap pertama dimana judul dirumuskan dengan berbagai pertimbangan tertentu. Pencarian sumber (heuristik) merupakan tahap yang dilakukan guna menemukan sumber-sumber yang diperlukan dan akan diolah pada tahap selanjutnya. Pada kritik sumber seluruh sumber yang ada diperiksa keabsahannya baik dari segi fisik maupun isi. Interpretasi adalah tahap dimana sumber yang telah diperiksa ditafsirkan dan dipahami makna yang ada di dalamnya. Terakhir pada tahap penulisan (historiografi) seluruh hasil penelitian dirangkai dan disajikan dalam karya tulis yang bisa dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Adipati Paku Alam VIII merupakan keturunan bangsawan Pakualaman yang mendapat kesempatan mengenyam pendidikan Barat. (2) Adipati Paku Alam VIII yang merupakan pengemban tahta Pakualaman banyak berkiprah selama masa revolusi kemerdekaan. Peran aktif tersebut mengantarkan beliau pada kedudukan sebagai wakil gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Maka setelah wafatnya Sultan Hamengku Buwono IX tahun 1988, Adipati Paku Alam VIII oleh Presiden Soeharto ditetapkan sebagai Penjabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. (3) Sebagai Penjabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjabat hingga tutup usia pada tahun 1998 Adipati Paku Alam VIII berhasil memainkan beberapa peran penting yaitu a. menjaga keberlanjutan keistimewaan Yogyakarta, b. menjalin hubungan dengan pemerintah pusat, c. membina hubungan dengan elit daerah, d. melaksanakan tugas harian gubernur kepala daerah, e. mengawal gerakan reformasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan f. mendorong terlaksananya pemilihan gubernur definitif Kata Kunci: Adipati Paku Alam VIII, Penjabat Gubernur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Tahun 1988-1998

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Umum > Penelitian
Ilmu Sosial > Sejarah
Ilmu Sosial > Sejarah > Sejarah Umum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 29 Apr 2015 03:09
Last Modified: 29 Jan 2019 21:50
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/17767

Actions (login required)

View Item View Item