KONFLIK PARA TOKOH DALAM DRAMA DIE RÄUBER KARYA FRIEDRICH VON SCHILLER: KAJIAN PSIKONALISIS

Raja, Fransiskus Dinang (2014) KONFLIK PARA TOKOH DALAM DRAMA DIE RÄUBER KARYA FRIEDRICH VON SCHILLER: KAJIAN PSIKONALISIS. S1 thesis, u.

[img]
Preview
Text
Fransiskus Dinang Raja 09203244028.pdf

Download (29MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud serta penyelesaian konflik para tokoh dalam drama die Räuber karya Friederich von Schiller. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan psikoanalisis. Data penelitian diambil dari drama die Räuber karya Friedrich von Schiller. Data diperoleh dengan teknik baca catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Keabsahan data diperoleh dengan validitas semantik dan validitas expert judgement. Reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas intrarater dan interrater. Hasil penelitian: (1) Wujud konflik para tokoh dalam drama die Räuber terdiri dari konflik dalam dan konflik luar. Konflik dalam dialami oleh Karl, Franz, Der alte Moor, Amalia, Spiegelberg dan Daniel. Konflik dalam yang dialami oleh Karl: kenyataan yang tidak sesuai harapan, amarah pada tuan Moor, keinginan keluar dari kehidupan perampok, keraguan bertemu Amalia, amarah terhadap Franz, dilema memilih antara para perampok atau Amalia, tergugahnya kesadaran moral dan keinginan untuk mati. Konflik dalam yang dialami oleh Franz: luka batin yang belum sembuh, keinginan yang tidak bisa terwujud, cinta yang ditolak oleh Amalia, rasa cemas akan kedatangan Karl kembali, ketakutan terhadap mimpinya sendiri, delusi dan keinginan untuk mati. Konflik dalam yang dialami oleh Der alte Moor: kenyataan yang tidak sesuai harapan, rasa bersalah atas hukuman yang dijatuhkan terhadap Karl, rasa bersalah akibat kematian Karl, amarah terhadap Franz serta keinginan yang tidak bisa terpenuhi. Konflik dalam yang dialami Amalia: kenyataan yang tidak sesuai harapan, pupusnya harapan pada Karl, kehadiran sosok lain mirip Karl, putus asa dan keinginan untuk mati. Konflik dalam yang dialami oleh Spiegelberg: hasrat yang tidak bisa tercapai. Konflik dalam yang dialami oleh Daniel: dilema antara tawaran kenikmatan dan nilai-nilai kemanusiaan. Konflik luar pun dialami para tokoh yaitu Karl-Franz: keinginan untuk saling menyingkirkan, Karl-Spiegelberg: perebutan kekuasaan menjadi pemimpin perampok, Franz-Der alte Moor: keinginan Franz untuk berkuasa dan menyingkirkan tuan Moor, Franz-Amalia: pemaksaan kehendak Franz pada Amalia, Schweitzer-Spiegelberg: kebencian Schweitzer pada Spiegelberg, perampok-penduduk kota: keresahan sosial akibat ulah para perampok. (2) Upaya penyelesaian konflik dalam oleh Karl: represi, displacement, apatis, agresi dan rasionalisasi. Franz melakukan represi, identifikasi, agresi, rasionalisasi, retrogressive behaviour dan apatis. Der alte Moor melakukan represi, mimpi, proyeksi, pembentukan reaksi dan retrogressive behaviour. Amalia melakukan proyeksi, represi, asketisme, dan minta dibunuh. Spiegelberg melakukan displacement dan agresi. Daniel melakukan represi. Untuk mengatasi konflik luar antar tokoh semuanya memakai cara agresi sebagai upaya menyingkirkan pihak rival.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: drama die rauber, psikoanalisis
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa Jerman
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa Jerman
Depositing User: Admin Pendidikan Bahasa Jerman FBS
Date Deposited: 23 Apr 2015 01:18
Last Modified: 29 Jan 2019 21:15
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/16837

Actions (login required)

View Item View Item