PARADIGMA HISTORIS PENDIDIKAN AGAMA AGAR DOKTRIN AGAMA FUNGSIONAL DI ERA MODERN

Saefur Rochmat, S.Pd MIR (2007) PARADIGMA HISTORIS PENDIDIKAN AGAMA AGAR DOKTRIN AGAMA FUNGSIONAL DI ERA MODERN. UNY.

[img]
Preview
Text
Saefur_Rochmat.pdf

Download (9kB) | Preview

Abstract

Paradigma historis pendidikan agama dimaksudkan agar agama itu fungsional dalam kehidupan modern. Untuk itu, agama harus ikut menangani permasalahan pada era modern ini, mengarahkan perkembangan ilmu modern, dan mengadopsi serta mengembangkan ide-ide dan konsep-konsep modern. Umat Islam perlu akrab dengan permasalahan kemodernan seperti negara bangsa, nasionalism, dan demokrasi. Model pendidikan agama berdasarkan paradigma historis itu menggabungkan pendekatan konvensional pendidikan agama yang bersifat dogmatis-normatif, pendekatan historis, dan pendekatan kontekstual. Model yang perlu dikembangkan berdasarkan pendekatan historis adalah Agama Reformis, dimana agama difungsikan sebagai motor penggerak perubahan, dengan menjadikan agama selalu bersentuhan dengan konsep-konsep modern, namun ia bersifat kritis terhadap pendekatan ideologis-revolusioner, sehingga ia mengembangkan pendekatan reformatif-evolusioner. Buku pendidikan agama yang dianalisa dalam penelitian ini merupakan buku pelajaran agama bagi siswa SMP kelas 1, 2, dan 3. Buku itu merupakan buku terbaru yang diterbitkan pada tahun 2007 dan disusun berdasarkan standar isi BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Standar Kompetensi yang ditentukan oleh BSNP dapat dipilah menjadi: Al-Qur’an, Akidah, Akhlak, Fiqih, dan Tarikh dan Kebudayaan Islam. Standar Kompetensi dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar yang harus diajarkan kepada siswa pada setiap semester. Pendekatan historis dan kontekstual baik dapat digunakan sebagai metoda dalam penyampaian pendidikan agama agar doktrin agama itu fungsional dalam kehidupan modern. Adakalanya kita tidak dapat menggunakan kedua pendekatan secara bersama-sama dalam menjelaskan suatu materi pelajaran, namun salah satu dari pendekatan itu secara sendiri-sendiri dapat digunakan untuk menjelaskan materi pelajaran agama. Bahkan, baik pendekatan historis maupun kontekstual dapat digunakan pada Standar Kompetensi yang kelihatannya ekslusif dalam pendidikan agama, yaitu Al-Qur’an, Akidah, Akhlak, dan Fiqih. Satu-satunya Standar Kompetensi terkait erat dengan pendekatan historis dan kontestual adalah Tarikh dan Kebudayaan Islam. Kata kunci: teologi, sektor publik, sektor private, pendekatan historis, pendekatan konvensional FISE, 2007 (PEND. SEJARAH)

Item Type: Article
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: lembaga penelitian
Date Deposited: 26 Jun 2012 06:24
Last Modified: 26 Jun 2012 06:24
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/986

Actions (login required)

View Item View Item