Iqbal, Muhammad (2025) engaruh Latihan Circuit Training dan Hurdle Drill Terhadap Peningkatan Kelincahan dan VO2Max Ditinjau dari Recovery pada Atlet Bulutangkis Pelatda PBSI Aceh. S2 thesis, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan.
|
Text
fulltext_muhammad iqbal_23060540038.pdf Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui dan menganalisa perbedaan latihan circuit training dan hurdle drill terhadap kelincahan dan VO₂Max pada atlet bulutangkis. 2) Mengetahui dan menganalisa perbedaan recovery cepat dan lambat terhadap kelincahan dan VO₂Max pada atlet bulutangkis. 3) Mengetahui dan menganalisa interaksi latihan (circuit training dan hurdle drill) dengan recovery (cepat dan lambat) terhadap kelincahan dan VO₂Max atlet bulutangkis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain “Four Groups Pretest-Posttest Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet Pelatda PBSI Provinsi Aceh sejumlah 20. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dimana semua populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dengan melakukan pre-test dan post-test menggunakan instrument T-test dan multistage fitness test. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji Two-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan circuit training dan hurdle drill terhadap peningkatan VO₂Max dan kelincahan, dengan nilai signifikansi 0.448 untuk VO₂Max dan 0.142 untuk kelincahan, keduanya lebih besar dari taraf signifikansi 0.05. 2) Kemudian, hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara recovery cepat dan recovery lambat terhadap peningkatan VO₂Max dan kelincahan, dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0.369 untuk VO₂Max dan 0.057 untuk kelincahan. 3) Adapun hasil Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara jenis latihan (circuit training dan hurdle drill) dan recovery cepat dan lambat terhadap peningkatan VO₂Max maupun kelincahan. Meskipun tidak signifikan secara statistik, terdapat kecenderungan peningkatan pada kedua variabel setelah pelatihan. Implikasinya, dalam praktik kepelatihan, pelatih tetap dapat menggunakan kedua jenis latihan dan pendekatan pemulihan tersebut karena keduanya dapat meningkatkan kemampuan fisik meskipun tidak secara signifikan berbeda satu sama lain.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Sigit Nugroho, M.Or. |
| Uncontrolled Keywords: | Atlet bulutangkis, Latihan, Kelincahan, VO2Max |
| Subjects: | Olahraga |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) > Ilmu Keolahragaan |
| Depositing User: | Perpustakaan FIK |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 08:02 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 08:02 |
| URI: | http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/91953 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
