Syahputra, Risky (2025) Efek Model Latihan Combinated Coordination Training (CCT) dan Bakat Serta Jenis Kelamin terhadap Keterampilan Teknik Dasar Petenis U-12. S3 thesis, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan.
|
Text
fulltext_risky syahputra_22610261008.pdf Download (17MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menilai efektivitas model latihan CCT terhadap keterampilan teknik dasar tenis petenis pemula usia < 12 tahun, (2) Mengevaluasi perbedaan efek model CCT dan konvesional terhadap keterampilan teknik dasar tenis pada petenis pemula usia <12 tahun, (3) Menganalisis perbedaan hasil latihan antara laki-laki dan perempuan terhadap keterampilan dasar tenis pada petenis pemula usia <12 tahun, (4) Menyelidiki perbedaan keterampilan dasar tenis antara anak yang berbakat dan tidak berbakat tenis pada petenis pemula usia <12 tahun, (5) Mengetahui interaksi model latihan dan bakat terhadap keterampilan teknik dasar tenis pada petenis pemula usia <12 tahun, (6) Mengetahui interaksi bakat dan jenis kelamin terhadap keterampilan teknik dasar tenis pada petenis pemula usia <12 tahun, (7) Mengevaluasi interaksi model latihan, bakat dan jenis kelamin terhadap keterampilan teknik dasar tenis petenis pemula usia <12 tahun, (8) a) Mengetahui perbedaan keterampilan teknik dasar tenis petenis pemula usia <12 tahun berbakat tenis dilatih dengan model CCT dan konvensional, b) Mengetahui perbedaan keterampilan teknik dasar tenis petenis pemula usia <12 tahun tidak berbakat tenis dilatih dengan model CCT dan konvensional, c) Mengidentifikasi perbedaan keterampilan teknik dasar tenis atlet pemula laki-laki usia <12 tahun berbakat tenis dan tidak berbakat tenis, d) Mengidentifikasi perbedaan keterampilan teknik dasar tenis atlet pemula perempuan usia <12 tahun berbakat tenis dan tidak berbakat tenis. Penelitian ini merupakan penelitian Experimen dengan melibatkan sebanyak 64 (n=32 berbakat tenis, n=32 tidak berbakat tenis) dari 750 petenis pemula usia <12 tahun yang telah mengikuti tes deteksi bakat. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian anak yang berbakat tenis dibagi kedalam 2 kelompok dengan jumlah sama banyak, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, begitu juga kelompok yang tidak berbakat tenis. Perlakukuan yang diberikan pada penelitian ini dengan latihan CCT. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui bakat adalah tes deteksi bakat Sekora yang diadopsi dari Flemish Sport Compass yang terdiri dari 3 komponen tes (antropometri, motor coordination dan physical perfoemance), untuk mendapatkan data teknik dasar tenis digunakan instrumen ITN (groundstroke depth, volley depth, groundstroke accuracy, serve dan mobility assessment), dan mengembangkan model latihan CCT untuk meningkatkan teknik dasar tenis. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan Two Way Anova dengan bantuan software SPSS versi 26 dengan nilai signifikan pada probabilitas tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian (hipotesis) ini adalah: (1) Terdapat efektivitas model latihan Combinated Coordination Training (CCT) pada petenis pemula usia <12 tahun untuk menguasai keterampilan teknik dasar tenis (p=0.000<0.05, thitung 17.79>2.04), (2) Terdapat perbedaan keterampilan teknik dasar tenis yang dilatih dengan menggunakan model latihan CCT dan konvensional pada petenis pemula usia <12 tahun (p=0.021<0.05), (3) Terdapat perbedaan keterampilan teknik dasar tenis antara petenis pemula usia <12 tahun laki-laki dan perempuan (p=0.000<0.05), (4) Terdapat perbedaan keterampilan teknik dasar tenis antara petenis pemula usia <12 tahun yang berbakat dan tidak berbakat tenis (p=0.000<0.05). (5) Terdapat interaksi model latihan dan bakat terhadap keterampilan teknik dasar tenis petenis pemula usia <12 tahun (p=0.024<0.05), (6) Terdapat interaksi bakat dan jenis kelamin terhadap keterampilan teknik dasar tenis petenis pemula usia <12 tahun (p=0.033<0.05), (7) Terdapat interaksi model latihan, bakat dan jenis kelamin terhadap keterampilan teknik dasar tenis petenis pemula usia <12 tahun (p=0.010<0.05). (8) a) Terdapat perbedaan keterampilan teknik dasar tenis petenis pemula usia <12 tahun berbakat tenis dilatih dengan model CCT dan konvensional (p=0.0008<0.05), b) Tidak terdapat perbedaan keterampilan teknik dasar tenis petenis pemula usia <12 tahun tidak berbakat tenis dilatih dengan model CCT dan konvensional (p=1.00>0.05), c) Terdapat perbedaan keterampilan teknik dasar tenis atlet pemula laki-laki usia <12 tahun berbakat tenis dan tidak berbakat tenis (p=0.0000<0.05), d) Terdapat perbedaan keterampilan teknik dasar tenis atlet pemula perempuan usia <12 tahun berbakat tenis dan tidak berbakat tenis (p=0.0000<0.05).
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Additional Information: | Promotor: Prof. Dr. Tomoliyus, M.S. Kopromotor: Prof. Dr. F.X. Sugiyanto, M.Pd. |
| Uncontrolled Keywords: | bakat, Combinated Coordination training jenis kelamin, keterampilan teknik dasar tenis |
| Subjects: | Olahraga > Kepelatihan |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) > Pendidikan Kepelatihan Olahraga |
| Depositing User: | Perpustakaan FIK |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 09:10 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 09:10 |
| URI: | http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/90427 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
