Handoyo, Rendy Roos and Purwanta, Edi (2026) Pengembangan Model Pembelajaran Pra Braille Berbasis Teori Pemrosesan Informasi “Realitas Orkes Optikon Sistem (ROOS)” Untuk Kemampuan Persepsi Bentuk Dasar Bagi Anak Hambatan Penglihatan. S2 thesis, Sekolah Pascasarjana.
|
Text
disertasi_rendy roos handoyo_21703261044.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
Abstract
Kemampuan pra Braille yang terdiri dari persepsi taktil, spasial, haptic, auditori dan kinestetik menjadi syarat utama sebagai kesiapan membaca dan menulis. Faktanya, pembelajaran saat ini terbatas pada penguatan perabaan melalui drill dengan pendekatan behaviouristik yang belum terstruktur melibatkan unsur kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kebutuhan komponen model pembelajaran; 2) menghasilkan model pembelajaran pra Braille berbasis sistem pemrosesan informasi yang layak; 3) mengukur kepraktisan model dan 4) mengetahui efektifitas model bagi anak hambatan penglihatan. Penelitian pengembangan ini menggunakan desain Analyze, Desain, Develop, Implement dan Evaluation (ADDIE). Subjek penelitian terdiri 40 guru dan 9 anak hambatan penglihatan yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, Focus Group Discussion, dan tes kinerja. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen kebutuhan model pembelajaran, instrument kelayakan, instrument kepraktisan dan instrument keefektivan. Analisis data kebutuhan dan kelayakan menggunakan deskriptf kuantitatif dalam bentuk skor prosentase serta rata-rata yang dimaknai secara naratif disajikan melalui tabel maupun grafik. Analisis data hasil uji efefktivitas dilakukan dengan sign test yang disajikan dalam bentuk tabel dan pemaknaan secara deskiptif. Kebutuhan model pembelajaran dapat mengembangkan aktivitas, motivasi dan mudah diterapkan bagi anak hambatan penglihatan melalui permainan, tebak-tebakan bentuk dan nyanyian. Sintaks model pembelajaran mengintegrasikan working memory, represantional citra objek anak hambatan penglihatan dengan tahapan orientasi rangsangan, eksplorasi, praktik terbimbing, kontekstualisasi, konseptual melalui persepsi taktil, audiori, spasial mencapai kategori Sangat Layak dari unsur materi dan struktur tahapan kognitif dalam membentuk konsep. Model pembelajaran praktis digunakan oleh guru dengan kriteria Sangat Baik skor 4,22 karena terdapat urutan sistematis, penjelasan skenario dan pedoman penerapan. Model pembelajaran terbukti efektif terhadap kemampuan pra Braille dengan hasil perhitungan sign test T hitung 0,004 < α 0,05. Keterbaruan model pembelajaran dengan opptimalisasi unsur kognitif melalui integrasi modalitas sensori anak hambatan penglihatan untuk membedakan, mengidentifikasi dan menganalogikan bentuk yang diraba melibatkan imajinasi, kontekstualisasi serta latihan terbimbing.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | anak hambatan penglihatan, model pembelajaran, pra Braille, teori sistem pemrosesan informasi |
| Subjects: | Pendidikan > Teknologi Pendidikan Pendidikan > Media Pendidikan |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana (SPS) > Ilmu Pendidikan |
| Depositing User: | Perpustakaan Pascasarjana |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 07:55 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 07:55 |
| URI: | http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/90327 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
