Hanum, Fathikah Fauziah and Murdiono, Mukhamad (2026) Pengembangan Model Hybrid Service Learning Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Peningkatan Kecakapan Bela Negara Mahasiswa. S3 thesis, Sekolah Pascasarjana.
|
Text
disertasi_fatikhah fauziah hanum_22703261008.pdf Restricted to Registered users only Download (11MB) |
Abstract
Melemahnya kecakapan bela negara mahasiswa di Indonesia menunjukkan kesenjangan antara teori dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dengan praktik dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan model Hybrid Service Learning (HSL) dalam pembelajaran PKn yang dapat meningkatkan kecakapan bela negara mahasiswa; (2) Menguji kelayakan model HSL dalam pembelajaran PKn; (3) Menguji kepraktisan model HSL untuk meningkatkan kecakapan bela negara mahasiswa; (4) Menguji efektivitas model HSL untuk peningkatan kecakapan bela negara mahasiswa Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (Research and Development) model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu Analyze, Design. Development, Implementation, dan Evaluation. Model HSL yang dikembangkan ini diimplementasikan pada mata kuliah wajib kurikulum yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Total subjek coba meluas dalam penelitian ini sejumlah 67 mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui kuisioner tertutup dan tes penguasaan materi perkuliahan. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif baik itu data kualitatif maupun data kuantitatif. Analisa deskriptif kualitatif yaitu mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Analisis kuantitatif menggunakan uji statistik untuk membuktikan validitas instrumen penelitian dan pembelajaran, mengukur kelayakan model serta menilai efektivitas Model HSL dalam pembelajaran PKn. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, berdasarkan hasil penilaian expert judgement, model HSL dinyatakan valid secara isi dan desain, dengan perolehan skor masing-masing 0,70 dan 0,65, yang tergolong dalam kategori baik. Kedua, aspek kepraktisan model menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan skor penilaian dari dosen sebesar 0,81 dan dari mahasiswa sebesar 0,86, yang mengindikasikan bahwa model HSL mudah diimplementasikan serta diterima oleh pengguna dalam pembelajaran. Ketiga, penerapan model HSL terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kecakapan bela negara. Hasil uji beda pada menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kecakapan bela negara mahasiswa, dari skor 0,78 sebelum penerapan model menjadi 0,87 setelah penerapan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran HSL dalam PKn memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, serta mampu berkontribusi terhadap penguatan kecakapan bela negara mahasiswa melalui pengalaman belajar yang integratif antara teori dan praktik.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hybrid service learning, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, kecakapan Bela negara |
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan (Umum) Ilmu Sosial > Kewarganegaraan dan Hukum |
| Divisions: | Sekolah Pascasarjana (SPS) > Ilmu Pendidikan |
| Depositing User: | Perpustakaan Pascasarjana |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 07:34 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 07:34 |
| URI: | http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/90326 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
