KHASANAH, NURUL UZWATUN (2026) STRATEGI PKBM DALAM MEMBANGUN BUDAYA KERJA KOLABORATIF UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME TUTOR PENDIDIKAN NONFORMAL DI PKBM INSAN MANDIRI KABUPATEN BANJARNEGARA. S2 thesis, Fakultas Ilmu Pendidikan.
|
Text
fulltext_nurul uzwatun khasanah_24011440030.pdf Restricted to Registered users only Download (366kB) |
Abstract
Strategi pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berbasis budaya kerja kolaboratif merupakan pendekatan penting dalam meningkatkan profesionalisme tutor serta memperkuat kualitas layanan pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) strategi PKBM Insan Mandiri Banjarmangu dalam merancang dan melaksanakan upaya penguatan budaya kerja kolaboratif di lingkungan PKBM; (2) bentuk-bentuk penerapan kolaborasi yang dilakukan oleh kepala PKBM dan tutor dalam meningkatkan profesionalisme tutor pendidikan nonformal; (3) faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaan budaya kerja kolaboratif di PKBM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan di PKBM Insan Mandiri Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Subjek penelitian meliputi kepala PKBM dan tutor pendidikan nonformal. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan lembar observasi yang dikembangkan berdasarkan fokus penelitian. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepala PKBM Insan Mandiri Banjarmangu membangun budaya kerja kolaboratif melalui komunikasi terbuka dan partisipatif, perencanaan program bersama, pembagian peran sesuai keahlian, serta penguatan kapasitas tutor melalui pelatihan, supervisi berkelanjutan, dan evaluasi-refleksi bersama; (2) bentuk budaya kerja kolaboratif diwujudkan dalam rapat koordinasi rutin, forum refleksi, pendampingan kepala PKBM, pelatihan internal, dan evaluasi bersama yang mendorong berbagi praktik, penyelarasan pembelajaran, serta pengembangan profesional tutor secara berkelanjutan; (3) faktor pendukung dan penghambat penerapan budaya kerja kolaboratif didukung oleh kepemimpinan yang komunikatif dan inklusif, kekompakan tutor, serta dukungan instansi dan masyarakat, meskipun masih dihadapkan pada kendala keterbatasan waktu, sarana-prasarana, dan perbedaan latar belakang tutor yang perlu dikelola secara adaptif.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | budaya kerja kolaboratif, kepala PKBM, pendidikan nonformal, profesionalisme tutor |
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) > Pendidikan Non Formal |
| Depositing User: | Perpustakaan FIP |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 01:20 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 01:20 |
| URI: | http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/90062 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
