Pola Asuh Orang Tua pada Keluarga Long Distance Marriage (LDM) dalam Menstimulasi Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini.

Wijayanto, Arif and Dardiri, Achmad (2025) Pola Asuh Orang Tua pada Keluarga Long Distance Marriage (LDM) dalam Menstimulasi Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini. S3 thesis, Sekolah Pascasarjana.

[img] Text
disertasi_arif wijayanto_21703261071.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)

Abstract

Pola asuh orangtua pada anak usia dini merupakan tanggungjawab orangtua dan fondasi utama dalam menstimulasi kecerdasan emosi. Namun tidak semua orang tua dapat hadir secara fisik untuk memberikan stimulasi tersebut seperti pada kondisi keluarga Long Distance Marriage (LDM). Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis dinamika keluarga LDM yang memiliki anak usia dini, 2) menemukan pola asuh orangtua LDM dalam menstimulasi kecerdasan emosi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan pada lima pasangan LDM dengan kriteria; telah menjalani LDM minimal 1 tahun, dan memiliki anak usia 2-6 tahun. Kelima pasangan LDM ini berasal dari lima provinsi di Indonesia, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) dinamika keluarga LDM ditandai oleh kondisi kompleks yang melibatkan tuntutan ekonomi, pengembangan karir, dan adaptasi emosional antar anggota keluarga, serta orientasi pada reunifikasi keluarga. Ayah cenderung menjalankan fungsi simbolik melalui pemberian hadiah pada momen tertentu, fungsi komunikatif dengan melakukan video call harian dan pengiriman pesan singkat, serta fungsi supervisi jarak jauh melalui arahan dan pengambilan keputusan keluarga. Sementara itu, ibu mengambil peran utama dalam pengasuhan sehari-hari, termasuk sebagai mediator regulasi emosi anak dan penghubung komunikasi antara ayah dan keluarga besar. 2) Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua LDM adalah pola asuh demokratis yang menunjukkan keterlibatan dua dimensi penting: parental responsiveness dan parental demanding. Responsivitas orang tua tercermin dari komunikasi hangat dan rutin (baik langsung maupun virtual), kepekaan terhadap kebutuhan emosional anak, serta keterlibatan ayah dalam bentuk simbolik yang tetap bermakna. Sementara itu, tuntutan pengasuhan disampaikan secara konsisten oleh kedua orang tua melalui pendekatan suportif dan reflektif, disesuaikan dengan usia dan kapasitas pemahaman anak. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk lingkungan emosional yang aman dan terstruktur. Keluarga besar (Extended Family) berfungsi sebagai jaringan pendukung fisik dan emosional anak. Pola asuh yang teridentifikasi ini dapat dipahami sebagai bentuk hybrid parenting, yaitu strategi pengasuhan yang memadukan kehadiran langsung (fisik) dengan kehadiran tidak langsung.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: pola asuh, long distance marriage, anak usia dini, kecerdasan emosi
Subjects: Pendidikan > Bimbingan
Pendidikan > Pra Sekolah dan Sekolah Dasar
Pendidikan > Pra Sekolah dan Sekolah Dasar > Pendidikan Guru PAUD
Divisions: Sekolah Pascasarjana (SPS) > Ilmu Pendidikan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 07 Jan 2026 06:57
Last Modified: 07 Jan 2026 06:57
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/88852

Actions (login required)

View Item View Item