Model Pengembangan Kompetensi Widyaiswara di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suharto, Totok and Usman, Husaini (2020) Model Pengembangan Kompetensi Widyaiswara di Daerah Istimewa Yogyakarta. S3 thesis, Program Pascasarjana.

[img] Text
disertasi-totok suharto-16704261002.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengembangan kompetensi widyaiswara. Model diharapkan dapat menjadi pedoman pengambilan kebijakan pimpinan dan panduan bagi setiap widyaiswara dalam melaksanakan tugas dan mengembangkan kariernya secara maksimal sehingga widyaiswara menjadi lebih kompeten, profesional, dan berintegritas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan pendekatan kualitatif jenis fenomenologis. Model pengembangan yang dipilih adalah ADDIE dan langkah penelitian kualitatif dipilih model Creswell (2014). Subjek penelitian adalah widyaiswara pada 12 instansi penyelenggara pelatihan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai pemberi informasi dipilih koordinator widyaiswara dan widyaiswara, narasumber ahli, pejabat terkait dengan kediklatan, teman sejawat, dan peserta pelatihan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan analisis dokumen. Keabsahan data kuantitatif menggunakan uji validitas dan data kualitatif menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Data model dihasilkan dari analisis jenis kompetensi, dampak kebijakan, pemberdayaan, pengembangan kompetensi, manajemen karier widyaiswara, dan penilaian kelayakan model. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan persentasi dan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian adalah: (1) kondisi keberagaman kompetensi sangat bervariasi; (2) dampak kebijakan diklat sangat mempengaruhi widyaiswara dalam pengambangan kompetensi; (3) faktor pemberdayaan widyaiswara adalah organisasi dan internal widyaiswara; (4) pengembangan kompetensi widyaiswara didasarkan standar, hasil analisis kebutuhan, dan peraturan; (5) Model kompetensi yang dikembangkan adalah manajerial, teknis, dan sosio kultural; dan (6) model pengembangan kompetensi sangat layak (82,6%). Hal baru dalam penelitian adalah jabatan fungsional widyaiswara bisa sampai profesor widyaiswara dengan pesyaratan sama dengan dosen memperoleh jabatan guru besar.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: integritas, kompetensi, profesionalisme, pengembangan, widyaiswara
Subjects: Pendidikan > Manajemen Pendidikan
Divisions: Sekolah Pascasarjana (SPS) > Program Pascasarjana > Manajemen Pendidikan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 16 Mar 2021 07:47
Last Modified: 28 May 2021 04:47
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/70221

Actions (login required)

View Item View Item