PERBANDINGAN PENGARUH RECOVERY AKTIF DENGAN TEKNIK PROPIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION DAN RECOVERY PASIF TERHADAP FREKUENSI DENYUT NADI, PERSEPSI KELELAHAN DAN PERSEPSI RECOVERY PADA ATLET KARATE FORKI SLEMAN

Putri, Defi Agus Tiyani (2020) PERBANDINGAN PENGARUH RECOVERY AKTIF DENGAN TEKNIK PROPIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION DAN RECOVERY PASIF TERHADAP FREKUENSI DENYUT NADI, PERSEPSI KELELAHAN DAN PERSEPSI RECOVERY PADA ATLET KARATE FORKI SLEMAN. S1 thesis, Fakultas Ilmu Keolahragaan.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI DEFI AGUS TIYANI P- 16603144008.pdf

Download (797kB) | Preview

Abstract

Recovery adalah proses atau waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan fungsi fisiologis dan psikologis terhadap stress latihan untuk adaptasi kinerja yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh recovery aktif (RA) dengan proprioceptive neuromuscular facilitation (PNF) dan recovery pasif (RP) terhadap frekuensi denyut nadi (FDN), persepsi kelelahan RPE (rating of perceived exertion), dan persepsi recovery TQR (total quality recovery) pada atlet karate Forki Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain 2x2 faktorial yaitu dengan faktor jenis recovery dan jenis kelamin. Sampel penelitian 40 atlet Forki Sleman yang diambil secara purposive sampling. Atlet dikelompokkan menjadi empat kelompok; RA laki-laki, RA perempuan, RP laki- laki, dan RP perempuan, masingmasing 10 atlet. Semua atlet diberi latihan submaksimal selama 90 menit yang diikuti dengan pre-test FDN dan RPE kemudian dilakukan recovery selama 15 menit (bentuk recovery aktif berupa PNF selama 2,5 menit) dan post-test FDN, RPE, dan TQR. Uji two-way Anova dilakukan pada selisih persen post-test dan pre-test antar kelompok. Pre-test dan post-test FDN diuji dengan Paired t-test, sedangkan RPE dengan Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan: (1a) FDN post-test menurun pada semua kelompok recovery (p=0.00), tetapi tidak ada perbedaan penurunan tersebut pada kedua kelompok (p=0.26). (1b) RPE post-test menurun pada semua kelompok recovery (p=0.00), tetapi penurunan RPE lebih tinggi pada RA (p=0.00). (1c) TQR lebih tinggi pada RA dibanding RP (p=0.00). (2a) FDN post-test menurun pada semua kelompok jenis kelamin (p=0.00), tetapi tidak ada perbedaan penurunan tersebut pada kedua kelompok (p=0.46). (2b) RPE post-test menurun pada semua kelompok jenis kelamin (p=0.00), tetapi penurunan RPE lebih tinggi pada laki-laki (p=0.02). (2c) Tidak ada perbedaan TQR pada jenis kelamin (p=0.81). (3) Tidak ada interaksi antara jenis recovery dan jenis kelamin terhadap FDN, RPE, dan TQR. Disimpulkan RA dan RP menurunkan FDN dan RPE pada laki-laki dan perempuan. Tidak ada perbedaan penurunan FDN pada jenis recovery dan jenis kelamin, tapi RPE lebih membaik pada RA dibanding RP dan pada laki-laki dibandingkan perempuan. TQR lebih baik pada RA dibanding RP pada kedua jenis kelamin.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Recovery Aktif, Recovery Pasif, Laki- Laki dan Perempuan, Denyut Nadi, Rating of Perceived Exertion (RPE), Total Quality Recovery (TQR).
Subjects: Olahraga
Olahraga > Other
Divisions: Fakultas Ilmu Keolahragaan > Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi > Ilmu Keolahragaan
Depositing User: Perpustakaan FIK
Date Deposited: 23 Jun 2020 04:14
Last Modified: 23 Jun 2020 04:14
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/68319

Actions (login required)

View Item View Item