PENGARUH DYADIC COPING TERHADAP KUALITAS PERKAWINAN PASANGAN MENIKAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Wahyu Nugroho, Fajar (2020) PENGARUH DYADIC COPING TERHADAP KUALITAS PERKAWINAN PASANGAN MENIKAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. S1 thesis, Jurusan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

[img] Text
Fajar Wahyu Nugroho_15112144004 Skripsi PDF.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Setiap perkawinan bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan harmonis. Namun, tidak semuanya berjalan mulus dan baik-baik saja. Masalah-masalah dalam rumah tangga dapat menjadikan hubungan yang tidak harmonis. Dyadic coping adalah salah satu upaya atau usaha yang dilakukan oleh salah satu atau kedua pasang pasangan untuk mengatasi stres dari masalah yang dihadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dyadic coping terhadap kualitas perkawinan pasangan menikah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk penelitian ex-post facto. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah 50 pasang pasangan menikah atau 100 orang yang sudah menikah minimal 5 tahun, dengan kondisi keluarga yang utuh, dan tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen penelitian ini menggunakan Dyadic Coping Inventory Scale dari Bodenmann (2008) dan skala Kualitas Perkawinan yang disusun Nurhayati (2017). Validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi yang dilakukan oleh expert judgment. Reliabilitas dalam skala penelitian ini menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,840 untuk variabel dyadic coping, 0,867 untuk dimensi relasi dari variabel kualitas perkawinan dan 0,718 untuk dimensi kesejahteraan dari variabel kualitas perkawinan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dyadic coping memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kualitas perkawinan pada pasangan menikah di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar (r=0,341, p=0,000) dengan sumbangan sebesar 20,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan dyadic coping dapat mempengaruhi kualitas perkawinan. Kata kunci: dyadic coping, kualitas perkawinan Every marriage aims to establish a happy and harmonious family. However, not everything went smoothly and was fine. The problems in the household can make an antagonistic relationship. Dyadic coping is one effort or the work done by one or two pairs of couples to cope with the stress of hr problems. This study aimed to determine the effect of dyadic coping of married couples martial quality in Yogyakarta. This study is a study using a quantitative approach and including ex-post facto research. The subjects involved in the study are 50 pairs of couples married or 100 people who have been married at least 5 years, with the condition of the intact family, and stay in Yogyakarta. This research use dyadic instrument Coping Inventory Scaledari Bodenmann (2008) and the scale of Quality Marriages were arranged Nurhayati (2017). The validity of this research using content validity were conducted by expert judgment. Reliability of the scale of this study using Cronbach alpha reliability coefficient of 0.840 for the variable dyadic coping, 0.867 for the dimensions of the variable quality of the marital relationship and 0.718 for the welfare dimensions of marital quality variable. The results showed that dyadic coping has a positive and significant relationship to the quality of marriage on married couples in Yogyakarta, which is obtained by correlation coefficient of (r = 0.341, p = 0.000) with a contribution of 20.5%. Thus, it can be concluded dyadic coping can affect marital quality. Keywords: dyadic coping, marital quality.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Filsafat. Psikologi. Agama > Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi
Depositing User: Jurusan Psikologi
Date Deposited: 14 Feb 2020 08:42
Last Modified: 17 Feb 2020 05:52
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/67559

Actions (login required)

View Item View Item