PERBANDINGAN TINGKAT SUBJECTIVE WELL-BEING ANTARA MAHASISWA YANG AKTIF BERORGANISASI DENGAN MAHASISWA YANG TIDAK AKTIF BERORGANISASI DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Multazam Garin Anyarandika Putra, Muhammad (2020) PERBANDINGAN TINGKAT SUBJECTIVE WELL-BEING ANTARA MAHASISWA YANG AKTIF BERORGANISASI DENGAN MAHASISWA YANG TIDAK AKTIF BERORGANISASI DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA. S1 thesis, Jurusan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

[img] Text
SKRIPSI GARIN_15112144015.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian mengenai tingkat subjective well-being pada mahasiswa yang aktif berorganisasi dan mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi belum banyak ditemukan saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal tersebut. Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif ini dilakukan di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 362 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental purpossive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan skala Positive Affect and Negative Affect Schedule (PANAS) yang diusulkan oleh Watson, Clark, & Tellegan (1988) dan skala Life Satisfaction yang diusulkan oleh Diener, Emmons, Larsen, & Griffin (1985). Reliabilitas pada skala afek positif 0,86-0,90; skala afek negatif berkisar antara 0,84-0,87; sedangkan skala kepuasan hidup adalah 0,87. Pengujian hipotesis menggunakan Welch’s independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat subjective well-being yang signifikan antara mahasiswa yang aktif berorganisasi dengan mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi dengan koefisien α= 0,000 (P<0,05), dimana mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki rerata subjective well-being yang lebih tinggi dibanding mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi (μ= 87,0182 > μ= 73,8731). Kata kunci: subjective well-being, mahasiswa, organisasi mahasiswa Researches that explore the subjective well-being level on active- organized and inactive-organized are hard to found. Therefore, this study aims to compare the Subjective Well-Being between active-organized and inactive- organized students in Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. This study use quantitative-comparative approach and conducted in Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. The subjects of this study were 362 students and are determined using accidental purposive sampling technique. The data was assessed with the help of the Positive Affect and Negative Affect (PANAS) from Watson, Clark, & Tellegan (1988) and the Life Satisfaction scale from Diener, Emmons, Larsen, & Griffin (1985). The reliability of the positive affect scale is ranging from 0,86 to 0,90; 0,84 to 0,87 on the negative affect scale; and 0,87 on the life satisfaction scale. The Welch’s independent t-test is used to test this study’s hypothesis. Further this study shows that the subjevtive well-being level between active-organized and inactive-organized student was significantly different (α= 0,000 (P<0,05)) with the subjective well-being level on the active-organized student higher than the inactive-organized students (μ= 87,0182 > μ= 73,8731). Keywords: subjective well-being, students, students association

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Filsafat. Psikologi. Agama > Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi
Depositing User: Jurusan Psikologi
Date Deposited: 14 Feb 2020 08:22
Last Modified: 17 Feb 2020 06:14
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/67555

Actions (login required)

View Item View Item