SUBJECTIVE WELL-BEING DITINJAU DARI KUALITAS PERKAWINAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Putri Indraswari, Dinda (2020) SUBJECTIVE WELL-BEING DITINJAU DARI KUALITAS PERKAWINAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. S1 thesis, Jurusan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

[img] Text
SKRIPSI_DINDA PUTRI I_PSIKOLOGI_15112141056_2019.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Banyaknya kasus KDRT dan perceraian di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan rendahnya kualitas perkawinan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sisi lain, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kebahagiaan di Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir naik. Namun demikian, data dari World Happiness Report justru menunjukkan bahwa kebahagiaan di Indonesia menurun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui subjective well-being ditinjau dari kualitas perkawinan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan termasuk penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yang telah menikah minimal 5 tahun, dengan keadaan rumah tangga masih utuh (pasangan tidak meninggal dan tidak bercerai), yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen penelitian variabel subjective well-being dan kualitas perkawinan berbentuk skala psikologi. Validitas dalam skala penelitian ini menggunakan validitas isi yang dilakukan oleh expert judgement. Reliabilitas dalam skala penelitian ini menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,915 untuk skala variabel subjective well-being, 0,906 untuk dimensi relasi dari skala variabel kualitas perkawinan dan 0,894 untuk dimensi kesejahteraan dari skala variabel kualitas perkawinan. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, diketahui bahwa kualitas perkawinan dapat mempengaruhi subjective well-being (r=0,227, p=0,012), dengan sumbangan sebesar 6,2%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kualitas perkawinan dapat memprediksi subjective well-being di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kata kunci: kualitas perkawinan, subjective well-being Numerous case of domestic violence and divorce in Special Region of Yogyakarta shows that Yogyakarta has low marrital quality. In the last three years, the happiness rate in Indonesia is rising, based on data from BPS. On the other hand, data from world happiness report shows that indonesia’s happiness level is decreasing. Therefore, this research aims to understand subjective well being viewed from the marital quality in Special Region of Yogyakarta. Quantitative approach and correlational method are used in this research. The subject in this study add up to 100 people who has been married for at least 5 years, with a complete spouse (both spouses still alive and not having any divorce), and lives in Special Region of Yogyakarta. Subjective well being scale and marital quality scale are the instruments of this research. The validity of the scales are tested using content validity by expert judgement. Meanwhile, the reliability of the scales are tested using Alpha Cronbach realiability coefisient and the results are 0.915 for relation dimension in subjective well being scale and 0.894 for welfare dimension in marital quality scale. Based on modest/simple regression analysis, this reseach finds that marital quality could affect subjective well-being (r=0.227, p=0.012), with contribution of 6.2%. In conclusion, marital quality could predict subjective well-being in Special Region of Yogyakarta. Keywords: marital quality, subjective well-being

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Filsafat. Psikologi. Agama > Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi
Depositing User: Jurusan Psikologi
Date Deposited: 14 Feb 2020 03:28
Last Modified: 17 Feb 2020 06:08
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/67547

Actions (login required)

View Item View Item